Selasa, 13 Februari 2018 17:19 WITA

Jokowi Kembali Gandeng JK di Pilpres 2019, Pakar Hukum: Tidak Mungkin

Editor: Abu Asyraf
Jokowi Kembali Gandeng JK di Pilpres 2019, Pakar Hukum: Tidak Mungkin
Duet Jokowi-JK jilid II tidak dimungkinkan lagi karena JK sudah dua kali menjadi wapres.

RAKYATKU.COM - Kecenderungan Jokowi untuk menggandeng Jusuf Kalla pada Pilpres 2019 seperti ditulis wartawan senior John McBeth, sulit jadi kenyataan.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Udayana, Bali, Jimmy Z Usfunan mengatakan bahwa peluang Kalla kembali berduet mendampingi Jokowi telah kandas.

"JK dengan Susilo Bambang Yudhoyono full lima tahun, dengan Jokowi lima tahun. Berarti tak dimungkinkan lagi ketika maju cawapres periode depan," kata Jimmy seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Aturan itu terdapat pada Pasal 7 Undang-undang Dasar 1945. Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

"Jadi, tak berarti dua kali masa jabatan itu dua kali berturut-turut, itu keliru. Jadi, mau berturut-turut atau tidak di dalam UU sudah tak bisa. Sudah enggak mungkin dia jadi wapres satu paket dengan Jokowi lagi," kata Jimmy.

Pakar hukum tata negara, Refly Harun juga menegaskan bahwa JK tak dimungkinkan lagi menjadi wakil bagi Jokowi di Pilpres 2019. "Kalau JK jadi wakil enggak bisa, sudah mentok, mau berturut-turut atau tidak berturut-turut, kalau sudah dua (masa jabatan) sudah tidak bisa lagi. Jelas konstitusi mengatakan dua periode," kata Refli.