Senin, 12 Februari 2018 08:46 WITA

Mengejutkan, Ini Alasan Jokowi Kembali Gandeng JK di Pilpres 2019

Editor: Abu Asyraf
Mengejutkan, Ini Alasan Jokowi Kembali Gandeng JK di Pilpres 2019
Jokowi dan Jusuf Kalla pada masa kamoanye Pilpres 2014.

RAKYATKU.COM - Kandidat bakal calon wakil presiden boleh saja berseliweran. Sejumlah nama mengapung. Kabar terbaru, Joko Widodo tetap akan menggandeng Jusuf Kalla pada Pilpres 2019.

Sinyal itu diungkap wartawan senior, John McBeth. Mengutip seorang sumber anonim yang disebut anggota tim informal kampanye pilpres Jokowi, dia menulis, "Untuk saat ini, JK adalah pilihan paling aman." 

Belakangan ini, Jokowi tengah membidik figur yang dianggap kuat. Belakangan muncul sejumlah nama ketua parpol, seperti Zulkifli Hasan, Romahurmuziy, Muhaimin Iskandar, hingga Airlangga Hartanto yang baru saja terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar.

Namun, hasil survei terbaru SMRC menunjukkan, JK tetap berada di urutan teratas. Bila Jokowi kembali bepasangan dengan JK, hampir dipastikan kemenangan sudah berada di tangan. Beda halnya jika Jokowi mengambil figur lain.

JK tidak lagi berminat untuk maju sebagai bakal capres. Pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu bahkan sebenarnya sudah mengisyaratkan untuk pensiun. Sumber yang dekat dengan JK menyebut, mantan ketua umum DPP Golkar itu sudah lelah berpolitik. Apalagi usianya sudah 75 tahun.

Namun, sumber yang dikutip McBeth menyebut, bila sepakat mendampingi Jokowi, JK hanya akan menjabat separuh waktu, yakni hingga 2022. Durasi itu saja bakal menjadikannya sebagai wapres dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Indonesia.

Menurut McBeth, Jokowi mutlak harus didampingi cawapres yang memiliki citra muslim yang kuat. Jika tidak, koalisi tradisional yang mengalahkan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berpotensi digerakkan untuk membendung Jokowi di 2019.

Selain JK, Agus Harimurti Yudhoyono bisa jadi alternatif. Namun, itu bisa terjadi jika suara pemilih muda dinilai lebih krusial dari pemilih tradisional muslim.

Dalam tulisannya, McBeth juga mengurai pasang surut hubungan Jokowi-JK sepanjang tiga tahun terakhir menjabat. Awalnya hubungan kedua politisi ini tidaklah begitu mulus, terutama di 18 bulan pertama. JK dengan tegas mengisyaratkan dia tidak hanya ingin menjadi ban serep Jokowi. Dia ingin memainkan peran sebagai wapres yang konstruktif menjalankan roda pemerintahan.

Hubungan Jokowi-JK akhirnya semakin solid. Dipertegas dengan terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang memastikan dukungan Golkar ke Jokowi di pilpres 2019.

John McBeth merupakan wartawan senior yang menghabiskan kariernya menuliskan mengenai politik Asia Tenggara, terutama Indonesia. Sosok berkebangsaan Selandia Baru ini pernah menulis untuk harian Singapura Straits Times selama 11 tahun. Saat ini dia aktif menulis di Asia Times, the Nikkei Asian Review, dan the South China Morning Post. McBeth juga adalah penulis buku The Loner: President Yudhoyono's Decade of Trial and Indecision yang berisi uraian komprehensif 10 tahun kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.