Sabtu, 10 Februari 2018 02:01 WITA

Abu Tours Minta Tambahan Biaya Umrah ke Jemaah Lama

Editor: Jumardin Akas
Abu Tours Minta Tambahan Biaya Umrah ke Jemaah Lama

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pihak travel umrah Abu Tours mengeluarkan maklumat terkait penundaan pemberangkatan jemaah. Solusi yang ditawarkan dengan meminta tambahan biaya ke tiap calon jemaah umrah. Selain itu, agen diminta untuk menambah calon jemaah baru.

Hal itu diungkapkan CEO Abu Tours Muh. Hamzah Mamba saat menggelar jumpa pers di Rumah Makan Lae-lae, Makassar, Jumat (9/2/2018) malam.

Dalam maklumat itu, pihak Abutours menawarkan tiga opsi. Opsi pertama yakni, agen harus menambah minimal 2 jemaah baru yang akan langsung diberangkatkan bersama jemaah lama dengan harga paket baru yakni Rp21 juta. 

Sementara, jemaah lama diminta untuk menambah biaya perjalanan. Untuk wilayah Jakarta sebesar Rp5 juta, Makassar sebesar Rp6 juta dan Kendari Rp7 juta. 

Opsi kedua, agen hanya menambah 1 jemaah umrah dengan biaya Rp21 juta. Namun, tambahan biaya bagi tiap calon jemaah lama lebih besar dibanding opsi pertama. Untuk wilayah Jakarta sebesar Rp9 juta, wilayah Makassar Rp10 juta, dan Kendari Rp11 juta.

Sedangkan opsi ketiga, jika agen tak mampu menambah jemaah baru, maka jemaah harus menambah biaya yang lebih besar lagi yakni Rp15 juta per jemaah di semua wilayah. 

"Bagi jemaah yang bersedia melakukan penambahan biaya dan mengajak jemaah baru, akan langsung diberangkatkan dalam kurun waktu 4-7 hari. Penambahan biaya bisa dimulai pada Senin (12 Februari 2018)," kata Hamzah Mamba.

Untuk menjamin transparansi, jemaah tidak akan melakukan transfer ke Abu Tours melainkan melalui rekening scored account bank Bukopin an. PT. Amanah Bersama Ummat. Menurut Hamzah, lewat pembayaran ini, keamanan dana jemaah dan kepastian pemberangkatan terjamin. 

Lalu bagaimana dengan jemaah yang tak bisa menambah biaya?

Hamzah mengatakan, Abu Tours tetap akan berupaya memberangkatkan. Tapi mereka harus menunggu hingga kondisi keuangan Abu Tours memungkinkan untuk itu. 

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya karena beberapa kondisi dan kebijakan pemerintah Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia terkait umrah sehingga mengakibatkan Abu Tours dengan berat hati melakukan perubahan jadwal pemberangkatan umrah," kata Hamzah yang menggelar jumpa pers didampingi Aksa Mahmud.

Sementara itu, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Sulsel, Kaswad Sartono, saat ditemui usai peluncuran buku baru SYL di Condotel Hotel, Jumat (9/2/2018) malam mengatakan, tim Kemenag pusat telah selesai melakukan investigasi. 

"Kami belum dikirimi hasilnya, masih di Jakarta. Investigasinya sudah selesai, tim sudah kembali ke Jakarta," kata Kaswad Sartono kepada Rakyatku.Com. 

Terkait maklumat yang dikeluarkan pihak Abu Tours, Kaswad mengatakan Kemenag tetap mempelajari maklumat tersebut. Ia mengatakan saat ini sudah meminta petunjuk kepada Kemenag pusat. 

"Tentu yang menjadi orientasi kami bagaimana jemaah itu tidak dirugikan. Apalagi dengan jumlah puluhan ribu itu," pungkas Kaswad. 

Sekitar 27 ribu jemaah umrah di seluruh Indonesia mendaftar melalui Abu Tours hingga saat ini menanti kepastian keberangkatan.