Kamis, 08 Februari 2018 08:28 WITA

Tautoto: Banyak Kemudahan, Tak Ada Alasan Tunggak Pajak

Penulis: Azwar Basir
Editor: Nur Hidayat Said
Tautoto: Banyak Kemudahan, Tak Ada Alasan Tunggak Pajak
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto TR.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, Tautoto TR, mengungkapkan bahwa pajak progresif kendaraan turun mulai Januari 2018. Makin banyak kemudahan, olehnya tidak ada alasan lagi menunggak pajak.

Khusus untuk penurunan pajak progresif, telah tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Sulsel Nomor 8 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. 

Menurut Tautoto, Perda tersebut sangat penting dan harus diketahui masyarakat karena terkait dengan turunnya pajak progresif. "Perda ini sangat membantu masyarakat karena Pemerintah Provinsi Sulsel menurunkan pajak progresif sehingga akan mengurangi beban masyarakat yang memiliki kendaraan roda empat lebih dari satu,"  
katanya. 

Penurunan pajak progresif berlaku efektif mulai 1 Januari 2018. Saat ini pajak kendaraan pertama sebesar 1,5 persen (tetap), sementara pajak progresif kendaraan kedua sebesar 2,5 persen kini turun menjadi 2
persen. 

Pajak progresif kendaraan ketiga yang sebelumnya 3,5 persen sekarang menjadi 2,25 persen, pajak progresif kendaraan keempat yang sebelumnya 4,5 persen kini 2,5 persen, dan pajak kendaraan kelima dan
seterusnya yang dahulu 5,5 persen saat ini 2,75 persen.
 
Bapenda Sulsel pun telah melakukan banyak terobosan demi memanjakan wajib pajak di Sulsel. Karenanya, tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

loading...

Bapenda Sulsel jauh sebelumnya meluncurkan pembayaran pajak nontunai untuk memberikan kemudahan kepada wajib pajak. Terobosan lain yang ditempuh di antaranya samsat keliling, samsat delivery, pelayanan e-samsat di Bank Sulselbar, info pajak via sms dan twitter, dan penagihan door to door.

Ia menambahkan, Bapenda Sulsel juga memberikan insentif bea balik nama kendaraan baru (BBNKB) sebesar 20 persen untuk pembelian kendaraan baru. Dengan pemberian subsidi ini, BBNKB di Sulsel menjadi 10 persen yang sebelumnya sebesar 12,5 persen.

"Dengan BBNKB sebesar 10 persen, artinya harga kendaraan di Jakarta sudah sama dengan kendaraan di Makassar. Jadi, tidak perlu lagi membeli kendaraan di baru di Jakarta. Cukup membeli kendaraan di
Makassar," tutupnya.

Loading...
Loading...