Sabtu, 03 Februari 2018 09:02 WITA

Isi Gugatan Cerai Ahok Ini Ungkap Tabiat Vero

Editor: Mays
Isi Gugatan Cerai Ahok Ini Ungkap Tabiat Vero

RAKYATKU.COM, JAKARTA - Surat gugatan cerai Ahok beredar di media sosial sejak 8 Januari lalu. Di situ Ahok menjelaskan, dirinya tak frontal karena perselingkuhan itu rupanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Dalam surat yang ditandatangani Ahok di atas materai 6000 itu, Ahok juga menyebut dirinya tak punya bukti.

"Bahwa kehidupan perkawinan yang rukun, harmonis, dan bahagia tersebut berubah drastis dikarenakan adanya perubahan sikap dari TERGUGAT kepada PENGGUGAT sejak tahun 2010 yaitu sejak TERGUGAT secara terang-terangan tidak peduli lagi dengan permintaan dari PENGGUGAT. Adapun perubahan sikap tersebut adalah ketika anaknya Nicholas Sean sedang sakit, PENGGUGAT meminta TERGUGAT tidak pergi, namun pada malam hari TERGUGAT tetap bersikeras dan diam-diam tetap ikut paduan suara di daerah Tamansari yang cukup jauh dari tempat tinggal bersama PENGGUGAT dan TERGUGAT di daerah Pluit. Padahal anak sedang sakit, kenapa tetap pergi?" demikian isi salah satu bagian surat yang dikirim Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 5 Januari 2018 itu.

"Sejak saat itu PENGGUGAT merasa ada yang tidak beres dalam perkawinan PENGGUGAT dan TERGUGAT. Dan kemungkinan besar ada pihak ketiga. Namun karena PENGGUGAT belum mempunyai bukti apapun, sehingga PENGGUGAT hanya menegur TERGUGAT saja dan saat PENGGUGAT menanyakan hal tersebut, TERGUGAT selalu beralasan kegiatan gereja untuk menutupi hubungannya dengan pihak ketiga,” kalimat ini ada pada bagian lain surat gugatan cerai Ahok tersebut.


Ahok sendiri, baru mengetahui secara pasti soal perselingkuhan istrinya pada akhir 2016, sebelum kasus penistaan agama menjeratnya.

Ahok mengaku di dalam surat itu telah berupaya merukunkan rumah tangga yang telah retak.

Upaya itu berupa memaafkan kesalahan dan meminta agar sang istri tidak lagi berhubungan dengan Julianto Tio, seorang pria yang disebut 'good friend'. Sayangnya Vero justru tak punya itikad baik memperbaiki hubungan.

loading...

"Sampai akhirnya PENGGUGAT sudah mencoba untuk rukun kembali dengan menggunakan mediator (pendeta), akan tetapi usaha tersebut tidak pernah berhasil. Sebab dari Tergugat sendiri tidak ada daya upaya untuk tetap rukun dalam rumah tangga.

Padahal, selain anak-anak pun juga telah meminta agar TERGUGAT berhenti berhubungan dengan laki-laki good friend-nya, dalam kondisi PENGGUGAT yang saat ini sedang berada dalam tahanan di Mako Brimob, tentu hal yang paling dibutuhkan oleh PENGGUGAT adalah dukungan moril dari TERGUGAT yang justru lebih memilih untuk tetap berhubungan dengan laki-laki good friend-nya dan tidak menghiraukan permintaan PENGGUGAT dan permintaan anak-anak".

Kesabaran Ahok mencapai puncak. Dia tidak lagi percaya diri untuk kembali membenahi keretakan rumah tangganya yang telah rusak.

Gugatan cerai menjadi jalan keluar terbaik yang ditempuh Ahok.

"PENGGUGAT semakin merasa tidak dapat lagi membina serta mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia dan kekal bersama TERGUGAT berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dengan demikian, GUGATAN perceraian ini merupakan satu-satunya jalan keluar terakhir yang ditempuh oleh PENGGUGAT," bunyi isi Surat Gugatan Cerai Ahok.

Loading...
Loading...