Sabtu, 03 Februari 2018 08:27 WITA

Intang Keberatan Rumahnya Digeledah, Kapolres: Kami Temukan Bukti Curanmor

Penulis: Syukur
Editor: Aswad Syam
Intang Keberatan Rumahnya Digeledah, Kapolres: Kami Temukan Bukti Curanmor
Surat laporan polisi Intang ke Polda yang melaporkan salah satu anggota Polres Jeneponto.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penggeledahan yang dilakukan Polres Jeneponto di rumah Intang, berbuntut panjang dan menjadi sorotan. Warga Jeneponto itu tak terima dan melapor ke Polda Sulsel.

Kamis (1/2/2018), rumah Intang digeledah aparat Polres Jeneponto. Penggeledahan dilakukan untuk pengembangan kasus penggelapan.

Intang keberatan. Alasannya, penggeledahan itu tanpa memperlihatkan surat penggeledahan. Dia pun melapor ke Polda. 

Pengamat hukum Makassar, Zulkifli Hasanuddin pun mengomentari alas hukum penggeledahan. "Pasal 33 ayat 1 KUHAP atas izin dari pengadilan negeri setempat, penyidik dapat melakukan penggeledahan rumah. Ayat (3) Setiap kali memasuki rumah, harus disaksikan oleh dua orang saksi dalam hal tersangka atau penghuni menyetujuinya," ungkap Zulkifli Hasanuddin, Sabtu (3/2/2018).

Zulkifli menambahkan, saat petugas melakukan penggeledahan atau memasuki rumah warga harus sepengetahuan pemerintah setempat. Dengan mengikuti prosedur tersebut maka prosedur dalam mengungkap kasus tidak akan melanggar peraturan.

"Ayat (4) Setiap kali memasuki rumah harus disaksikan oleh kepala desa atau ketua lingkungan dengan dua orang saksi. Dalam hal tersangka atau penghuni menolak atau tidak hadir. Sehingga tindakan penyidik di atas melakukan penggeledahan bertentangan dengan Pasal 33 ayat 1, 2 dan 3  KUHAP di atas," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Jeneponto AKBP Heri Siswanto membenarkan penggeledahan yang dilakukan di rumah Intang. Ia menyebut penggeledahan tersebut berkaitan dengan kasus pidana penggelapan.

"Terkait dengan penggeledahan di rumah Bu Intang, sebenarnya pengembangan kasus penggelapan," ungkap Heri.

Meski membenarkan telah melakukan penggeledahan di rumah Intang, Heri membantah aparat kepolisian melakukan perampokan. Ia menyebut, saat melakukan penggeledahan, anggota menemukan barang bukti di rumah Intang.

"BB curanmor itu ditemukan di rumahnya ibu itu. Bahkan sepeda motor anggota yang hilang ditemukan di rumah itu. Jadi tidak benar bahwa anggota menjarah atau merampok," tambahnya.