Jumat, 02 Februari 2018 10:05 WITA

Ini yang Paling Menakutkan saat Laki-laki Menyentuh Tangan Wanita

Editor: Abu Asyraf
Ini yang Paling Menakutkan saat Laki-laki Menyentuh Tangan Wanita
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM - Dalam Islam, wanita ditempatkan dalam posisi yang amat mulia. Tidak boleh sembarang orang menyentuhnya, apalagi laki-laki yang bukan mahram. Aturan yang melindungi kaum perempuan pun sangat menakutkan.

Kenyataannya, ketika ada orang yang tidak bersalaman dengan wanita yang bukan mahram, justru dianggap aneh. Sebaliknya, mereka yang leluasa bersalaman dan bersentuhan dengan nonmahram dipuja puji sebagai kalangan yang toleran.

Dikutip dari Rumaysho.com, di antara dalil tentang persentuhan antara laki-laki dengan wanita nonmahram, ada satu yang paling menakutkan. Hadis dari Ma’qil bin Yasar mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211)

Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini shahih. Hadis ini sudah menunjukkan kerasnya ancaman perbuatan tersebut, walau hadits tersebut dipermasalahkan keshahihannya oleh ulama lainnya. Yang diancam dalam hadits di atas adalah menyentuh wanita. Sedangkan bersalaman atau berjabat tangan sudah termasuk dalam perbuatan menyentuh.

Hadis ini sejalan dengan yang lainnya, antara lain dari Urwah bin Az Zubair berkata bahwa ‘Aisyah radhiyallahu anha berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah menyentuh tangan mereka. Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, 'Aku telah membaiat kalian'." (HR Muslim no. 1866)

Melihat wanita yang bukan mahram secara sengaja dan tidak ada sebab yang syar’i dihukumi haram berdasarkan kesepakatan para ulama. Banyak hadis yang shahih yang menerangkan hal ini. Jika melihat saja terlarang karena dapat menimbulkan godaan syahwat. Apalagi menyentuh dan bersamalan, tentu godaannya lebih dahsyat daripada pengaruh dari pandangan mata. Berbeda halnya jika ada sebab yang mendorong hal ini seperti ingin menikahi seorang wanita, lalu ada tujuan untuk melihatnya, maka itu boleh. Kebolehan ini dalam keadaan darurat dan sekadarnya saja.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Setiap yang diharamkan untuk dipandang, maka haram untuk disentuh. Namun ada kondisi yang membolehkan seseorang memandang –tetapi tidak boleh menyentuh, yaitu ketika bertransaksi jual beli, ketika serah terima barang, dan semacam itu. Namun sekali lagi, tetap tidak boleh menyentuh dalam keadaan-keadaan tadi. ” (Al Majmu’: 4: 635)

Sementara dalil yang menyatakan terlarangnya pandangan kepada wanita nonmahram antara lain, “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS An Nuur: 30)"

Selanjutnya, Allah subhanahu wata'ala berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nuur: 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahramnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 216)

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan,”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahramnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 216-217)

Hal itu dikuatkan hadis dari Jarir bin ‘Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 2159)

Dalil-dalil di atas tidak mengecualikan apakah yang disentuh adalah gadis ataukah wanita tua. Realitanya belakangan ini, wanita tua pun ada yang diperkosa. Sedangkan untuk gadis, tetap dinyatakan haram untuk menyentuh dan berjabat tangan dengannya.

Hal itu menunjukkan bahwa wanita benar-benar dimuliakan dalam Islam sehingga tidak ada yang bisa macam-macam dan berbuat nakal. Mereka hanya bisa disentuh oleh mahramnya atau suaminya jika telah menikah.

Berita Terkait