Rabu, 24 Januari 2018 15:10 WITA

Kronologi Siswi SMP Tewas Usai Berhubungan Intim dengan Pacar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Kronologi Siswi SMP Tewas Usai Berhubungan Intim dengan Pacar
Lokasi siswi SMP di Tabanan berhubungan intim dengan kekasihnya (Foto: Merdeka)

RAKYATKU.COM - Usai berhubungan intim dengan pacarnya, seorang siswi SMPN 2 Selemadeg, Tabanan, Bali, tewas di sebuah kamar kos. Korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya. 

Polisi masih mendalami keterlibatan pacar LS, inisial AW yang membawa korban ke kamar kosnya di Desa Delod Peken, Tabanan, Bali pada Minggu, 21 Januari 2018.

"Hal itu sedang kami dalami dari keterangan pelaku. Hal itu karena hanya mereka berdua yang ada di dalam kamar," kata Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa.

Bedasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga kuat LS tewas dibunuh. Hasil autopsi menyatakan bahwa korban meninggal karena kehabisan oksigen karena bibir dan kuku korban tampak kebiruan. Meski demikian, kata Suyasa, pihaknya belum mendapat hasil resmi autopsi dari rumah sakit.

Setelah menerima hasil autopsi, polisi berencana melakukan rekonstruksi sehingga memperjelas apa yang menyebabkan korban meninggal. “Jadi belum bisa kami berikan keterangan banyak, karena hasil autopsi belum diterima,” ujar Suyasa.

Hasil pemeriksaan luar di BRSUD Tabanan diketahui, korban mengalami pendarahan di kelamin, kulit lebam, dan diperkirakan korban sudah meninggal di atas 30 menit atau di bawah pukul 14.00 Wita.

AW yang sudah berstatus pacar korban sebelumnya mengajak berhubungan badan pada Minggu. Ia mengaku berkenalan dengan korban sejak 29 Desember 2017 lalu lewat aplikasi BBM, kemudian beberapa kali mulai melakukan pertemuan.

Selama pertemuan, pelaku mengaku belum sempat berhubungan. Namun, di hari kejadian, nasib berkata lain. LS tewas kekurangan oksigen setelah berhubungan intim dengan sang pacar.

Loading...

Awalnya korban menerima ajakan sang pacar untuk berhubungan di tempat kos setelah bertemu di daerah air terjun Singsing Angin, Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg, sekira Pukul 13.30 Wita.

LS diajak oleh AW ke tempat kos di Jalan Debes Gang IV, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Tabanan. Tiba di kos, mereka ngobrol dan menonton televisi lantas melakukan hubungan badan layaknya suami istri sebanyak tiga kali.

Pada saat hubungan badan yang ketiga kali, LS mengeluarkan darah dari kelaminnya. Selesai berhubungan, AW meninggalkan pacarnya ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi, AW melihat korban sudah tidak sadarkan diri. Ia pun kemudian membawa pacarnya ke rumah sakit sekira pukul 15.30 WITA.

Sampai di RSUP Tabanan korban langsung diperiksa dan dinyatakan meninggal. Hasil pemeriksaan luar, di tubuh korban terdapat sejumlah luka pada tubuh korban. Luka tersebut di antaranya lecet dan memar pada bagian bibir, leher dan dada, serta di bagian paha.

Korban juga mengalami pendarahan di bagian kelamin. Diperkirakan korban sudah meninggal di atas 30 menit atau di bawah pukul 14.00 Wita. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi. 

Dilansir laman Kriminologi, polisi sudah menetapakan AW sebagai tersangka pelecehan anak. Saat ini ia ditahan di Polres Tabanan dan masih disangkakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun maksimal 15 tahun.

Selain itu pelaku juga dijerat dengan Pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 287 ayat (1) KUHP tentang perbuatan mesum yang menyebabkan korban meninggal dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Loading...
Loading...