Rabu, 24 Januari 2018 13:27 WITA

DPO Kasus Korupsi Gedung KONI Papua Barat Pernah Ditahan

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
DPO Kasus Korupsi Gedung KONI Papua Barat Pernah Ditahan
Albert Rombe (pakai topi), dihadirkan dalam konferensi pers di Kejati Sulsel, Rabu (24/1/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebelum ditangkap Kejati Sulselbar, Albert Rombe terpidana kasus korupsi gedung KONI Papua Barat pernah ditahan oleh penyidik Kejari Manokwari.

"Tapi karena ada upaya hukum samlai kasasi akhirnya terpidana lepas dari hukum, masa penahanan telah habis sehingga harus keluar. Dan ketika putusan MA datang, terpidana tidak mengindahkan sehingga ditetapkan jadi DPO," kata Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin, Rabu (24/1/2018).

Penetapan Albert sebagai DPO pun sudah hampir satu tahun. Ia ditangkap saat sedang menikmati kopi di Pantai Bahari, Polman. Selama menjadi DPO, ia sering bolak-balik Sulsel dan Sulbar. 

Albert yang mengaku warga Sulawesi Selatan ini beralasan selama satu tahun tersebut ia menjalani pengobatan di kedua daerah tersebut. Ia juga sempat mengaku sebagai pengangguran saat menjadi DPO di daerah tersebut. 

"Jadi selama ini terpidana bolak balik Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Jadi Pasangkayu, Mamuju, Polman. Dan ketika tim memastikan titiknya ia langsung ditangkap. Dari alasannya saat diinterogasi alasannya (menghilang setahun) berobat," tambah Salahuddin. 

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Manokwari berama Jaksa kejaksaan tinggi sulsel dan petugas kepolisian Polda Papua Barat menangkap Albert Rombe, salah satu terpidana (DPO) dalam kasus proyek pembangunan gedung KONI di Papua Barat, Selasa (23/1/2018) malam. 

Total lebih dari 25 miliar kerugian negara yang ditimbulkan akibat ulah korupsi Albert. Mantan ketua KONI Papua Barat ini bukan pelaku satu-satunya atas kasus ini. Ia bersama YM yang juga pernah menjabat ketua KONI yang saat ini sedang menjalani sidang di pengadilan Tipikor Manokwari.