Rabu, 24 Januari 2018 05:30 WITA

Kesal Sama Suami, Ibu Muda Ini Malah Aniaya Anak Tiri

Editor: Fathul Khair Akmal
Kesal Sama Suami, Ibu Muda Ini Malah Aniaya Anak Tiri
elaku penganiayaan kepada anak tirinya di Subang (23/01/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

RAKYATKU.COM - Seorang bocah berusia 7 tahun berinisial FS dianiaya ibu tirinya bernama Mira Bela. Mira Bela tega menganiaya FS karena kesal terhadap suaminya. Atas penganiayaan itu, FS menderita luka-luka di sejumlah bagain tubuhnya. 

"FS kerap menerima perlakuan kasar dari ibu tirinya. Tanda-tanda kekerasan terhadap FS di antaranya luka lebam di bagian pinggang dan punggung, lecet pada bagian kemaluan dan luka pada bagian telinganya," kata Kapolres Subang, Ajun Komisaris Besar M Joni, di Subang, Jawa Barat, Selasa, 23 Januari 2018.

Joni mengatakan, kasus penganiayaan yang dialami seorang bocah ini berhasil diungkap Polres Subang. Dari hasil pengungkapan tersebut, penganiayaan yang dilakukan Mira Bela terhadap anaknya dilakukan hampir setiap hari. Kepada polisi, ibu muda itu mengaku kesal terhadap suaminya. Jika sedang kesal, FS lah yang jadi pelampiasan amukan Mira Bela.

"FS ini anak tiri dari Mira Bela selaku pelaku. Aksi ibu tiri ini direspon cepat petugas Polsek Sagalaherang dan unit PPA Reskrim Polres Subang," kata Joni.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Subang, Ajun Komisaris Moch Ilyas, menjelaskan terungkapnya kasus penganiayaan ini berawal dari laporan masyarakat di Desa Cicadas, Sagalaherang, Subang, Jawa Barat. Informasi dari warga di sana menjelaskan ada seorang anak yang kerap dianiaya oleh ibunya. Mendapat informasi itu, pihak Polres Subang merespon cepat. 

"Kita koordinasi dengan Polsek Sagalaherang, lalu kita lakukan pendalaman.  Hasilnya setelah kita ke lokasi, ternyata benar anak tersebut banyak mengalami luka-luka di kepala, telinga, kemaluan bahkan di punggung dan di perut," tutur Kasatreskrim.

Pihak kepolisian lalu melakukan visum kepada korban untuk mengetahui jenis penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya. Hasilnya, Mira Bela kerap melakukan pemukulan menggunakan gayung atau sendal ke bagian kepala anak tirinya. Selanjutnya, polisi yang mencari keberadaan pelaku kemudian menangkapnya di Lembang, Bandung pada 20 Januari 2018.

"Setelah divisum, dan hasilnya diketahui. Selain adanya bekas luka penganiayaan di kepala, ada luka tusukan di dada maupun di punggung, bahkan di kemaluan anak tersebut. Juga ada bekas remasan atau dicubit. Karena penganiayaan ini menyebabkan trauma yang berkepanjangan," ujar Ilyas dikutip kriminologi.id.
 
Akibat tindakannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat 1 Yu 76c UU No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 UU RI No.23 Tahun 2004 tentang KDRT.

"Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara," kata Ilyas.