Rabu, 24 Januari 2018 01:30 WITA

Sekap Pacar, Sopir Truk Lalu Ancam Sebar Rekaman Video Mesum

Editor: Fathul Khair Akmal
Sekap Pacar, Sopir Truk Lalu Ancam Sebar Rekaman Video Mesum
Ilustrasi

RAKYATKU.COM - Seorang sopir truk bernama Firman Saputra tega menyekap pacarnya, AS, di kamar hotel yang berada di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Penyekapan itu terjadi lantaran korban meminta video rekaman video asusila mereka berdua untuk tidak disebarkan ke media sosial.

Peristiwa tragis ini bermula pada awal November 2017. Korban AS diketahui tinggal di Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan dan pelaku yang berstatus pacaran kemudian melakukan hubungan badan. Dalam melakukan hubungan badan tersebut, Firman ternyata secara diam-diam merekam dengan sebuah ponsel.

Firman yang bekerja sebagai sopir truk kembali mengajak AS untuk berhubungan badan. Korban kemudian menuruti pelaku karena diancam video keduanya akan disebarkan seperti dikutip kriminologi.id.

Niat pria berusia 20 tahun itu kembali muncul kembali di awal Januari. Pelaku mengajak AS kembali berhubungan badan dengan di bawah ancaman.

"Pelaku kembali mengancam akan menyebarkan video porno antara korban dengan pelaku hingga akhirnya korban mau bersetubuh dengan pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho dalam rilis pers yang diterima Kriminologi di Jakarta, Selasa, 23 Januari  2018.

Alexander mengatakan ternyata pelaku tak menepati janjinya kepada AS. Pada Jumat, 19 Januari 2018, Firman diam-diam mengunggah video asusila keduanya di media sosial Instagram miliknya. Postingan itu dilihat AS dan meminta agar Firman menghapusnya.

Firman kemudian menuruti permintaan AS. Dengan dalih akan memberikan memori rekaman, Firman mengajak AS untuk bertemu keesokan harinya di sebuah hotel di kawasan Bintaro, Tangsel. Keduanya pun bertemu sekitar Pukul 20.30 WIB.

Bukan memberikan rekaman video seperti yang dijanjikan, Firman ternyata memiliki rencana lain. Ketika memasuki kamar yang telah dipesan, Firman dengan paksa melucuti semua pakaian AS. Tak hanya itu, Firman juga menggunakan jaket korban untuk mengikat tangan AS dengan posisi ke belakang.

"Setelah diikat, pelaku membuka celana korban dan disetubuhi dengan posisi di atas ranjang dengan kondisi tangan korban diikat," ujar Alex.

Alex mengatakan Firman juga memperkosa AS sebanyak dua kali dan melakukan sejumlah kekerasan fisik. Tak lama pelaku meninggalkan korban sendirian dalam kamar hotel dengan dalih mencari makan.

Setelah kembali ke dalam kamar hotel, Firman memilih tidur. Kesempatan itu digunakan korban untuk menghubungi teman-temannya. Kabar itu diteruskan teman-teman kepada orang tua AS.

"Korban memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memakai ponsel pelaku dan berkomunikasi kepada temannya bahwa korban berada di hotel," katanya.

Informasi itu dilanjutkan orang tua korban kepada Tim Vipers Polres Tangerang yang kemudian menyelamatkan AS. Firman kemudian diciduk dan digelandang ke kantor polisi.