Selasa, 23 Januari 2018 17:22 WITA

Ini Sanksi Grab Buat Pengantar "Tuyul" di Makassar

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ini Sanksi Grab Buat Pengantar

RAKYATKU.COM - Pihak Layanan transportasi online Grab akan menindak tegas mitra pengemudi yang terbukti melanggar peraturan dan kode etik, termasuk menggunakan praktik kecurangan seperti aplikasi Fake GPS alias "Tuyul".

Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengatakan, sejumlah sanksi sudah menunggu mitra pengemudi yang terbukti bersalah. Mulai dari pemberhentian sementara, pengenaan denda, hingga pemutusan kemitraan (terutama pelanggaran terkait penipuan).

"Ini kami lakukan untuk menghargai usaha sebagian besar mitra pengemudi Grab yang sudah bekerja keras dan jujur tidak melakukan tindakan pelanggaran, serta memastikan kualitas pelayanan terbaik bagi pengguna aplikasi kami," kata Ridzki.

Ia pun mengapresiasi keberhasilan kerjasama antara Tim Satgas Grab dan Tim Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan dalam membongkar dan menangkap tujuh tersangka pelaku akses ilegal terhadap sistem pemesanan kendaraan online Grab yang menggunakan aplikasi Fake GPS (Tuyul).

loading...

"Usaha bersama ini berhasil dilaksanakan setelah tindak kecurangan para pelaku terdeteksi oleh sistem Grab yang ditindaklanjuti dengan penelusuran dan pengamatan di lapangan," jelasnya dilansir laman Viva, Selasa (23/1/2018).

Diberitakan sebelumnya, 7 pelaku diamankan dari rumah kost di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Sabtu (20/1/2018). Mereka yang diamankan adalah IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24) dan TB (25). 

Ketujuh pemuda ini diancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar sesuai yang  tertuang dalam Pasal 30 juncto Pasal 46 subsider pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transksi dan Elektronik subsider pasal 378 

Loading...
Loading...