Selasa, 23 Januari 2018 11:35 WITA

Membongkar Cara Pangantar "Tuyul" Meretas Sistem Grab

Penulis: Syukur
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Membongkar Cara Pangantar

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Istilah tuyul mungkin kedengarannya sangat mengerikan, namun hal tuyul dalam dunia transportasi online sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan magis atau ilmu hitam. Lucunya istilah ini dipakai oleh hampir semua driver berpengalaman di Gojek, Grab, Uber maupun Teknojek.

Bagi para pengemudi transportasi online, baik yang sudah lama bergabung ataupun mungkin yang baru bergabung atau bahkan malah baru ingin mendaftar mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah "tuyul". 

Tentu saja tuyul pada transportasi online tersebut bukanlah tuyul yang berhubungan dengan mistis yang dikabarkan suka mencuri uang. Namun tuyul transportasi online hanya istilah atau sebutan saja yang mana tuyul yang dimaksud adalah aplikasi tambahan yang dipasang pada ponsel pengemudi, seperti aplikasi Fake GPS dan beberapa aplikasi pendukung lainnya.

Lantas bagaimana para pelaku meretas atau mengoprek sistem operasi Android dan sistem elektronik Grab yang baru-baru ini diungkap Polda Sulsel di Kota Makassar. Dalam pengerjaannya, pelaku betul-betul "menjarah" duit salah satu provider transportasi online, Grab.

Pasalnya, setiap pelaku tidak hanya memiliki 1 akun Grab. Ada yang memiliki belasan hingga puluhan akun untuk di jalankan sebagai "tuyul". Bayangkan saja, jika puluhan akun itu bisa mendapat insentif dari Grab.

Pekerjaan awal yang dilakukan pelaku untuk melawan sistem, yakni mengoprek telepon genggam berbasis Android atau Os (Root atau Jailbreak). Setelah mengganti sistem telepon genggam, barulah para pelaku bekerja serius. 

Beragam aplikasi tambahan pun di instal dan di jalankan untuk menyembunyikan seluruh hasil opresi di sistem elektronik Grab. Mulai dari status Root, lokasi palsu, hingga aplikasi terlarang.

"Ada aplikasi yang kami gunakan untuk menyembunyikannya dari sistem elektronik Grab. Di jamin tidak terbaca oleh sistem," sebut seorang tukang service telepon genggam yang kerap didatangi driver taksi online untuk memasang 'tuyul'.

loading...

Setelah proses pengoprekan sistem telepon genggam selesai. Waktu 'menjarah' Grab dimulai. "Kalau dulu orderan fiktif masih tetap di jalani meski tanpa penumpang, kini tidak lagi. Istilah teman-teman disini, masa antar setan pakai bensin, pakai tuyul dong," ungkapnya belum lama ini.

Membongkar Cara Pangantar

Pria yang paling di cari oleh driver taksi online ini juga menyebut, jika bukan hanya Grab yang ketiban sial dengan kejadian itu. Operator lain, semisal Gojek dan Uber pun ikut dalam permainan tuyul ini.

"Apalagi di Makassar, jarang ada yang pakai satu aplikasi. Pasti ada dua atau tiga aplikasi. Tuyul tidak kenal operator mana, semua bisa di jalankan," terangnya.

Selain itu, pria ini pung mengaku bisa meraup keuntungan hingga Rp5 juta sehari dari bisnis oprek telepon genggam tersebut. "Kalau dari bisnis root dan pasang tuyul, saya buka harga Rp300 ribu sampai Rp500 ribu. Sehari biasa ada 30 sampai 50 driver yang datang ke saya," bebernya.

"Yang Rp300 ribu itu hanya paket root dan aplikasi tambahan biasa. Kalau yang Rp500 ribu sudah lengkap dengan anti performa aplikasi transportasi online," tukasnya.

 

Loading...
Loading...