Selasa, 23 Januari 2018 10:06 WITA

Driver Grab Main "Tuyul", Dari Rental HP Hingga Check In Hotel Mewah

Penulis: Syukur
Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Driver Grab Main
Tujuh sopir angkutan taksi online Grab di Makassar iamankan oleh Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan, Senin (23/1/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebanyak tujuh sopir angkutan taksi online diamankan di sebuah kost-kostan yang terletak di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang. Ketujuh pelaku diduga kuat terlibat dalam kasus akses ilegal sistem elektronik perusahaan angkutan online, Grab di Makassar.

Kasus ini pun mendadak heboh. Betapa tidak, ini adalah pengungkapan pertama di Indonesia terkait kasus dengan modus operandi akses ilegal sistem elektronik perusahaan angkutan online.

Dari beberapa pengakuan pelaku "Grab Tuyul" kepada Rakyatku.com memberikan jawaban yang mengejutkan. Seperti yang diungkapkan Ilham (nama samaran).

Menurutnya, untuk melancarkan pekerjaannya sehari-hari, ia harus merental telepon genggam dalam jumlah yang banyak.

"Kami berkelompok, kalau saya dengan teman ada 15an orang. Biasa kami rental 15 sampai 20 telepon genggam. Biaya rental Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per telepon genggam," kata Ilham belum lama ini.

Ilham menjelaskan, agar bisa aman dengan pekerjaan melawan sistemnya itu, ia kerap berpindah-pindah hotel bersama rekan-rekannya. "Kami memang tidak pernah di kost-kostan. Kami hanya pindah-pindah dari hotel (mewah) satu ke hotel lain," jelasnya.

Driver Grab Main

loading...

Tak hanya Ilham, pengakuan serupa juga keluar dari mulut mantan manager salah satu showroom mobil di Kota Makassar. Ia mengaku, saat ini sudah mempekerjakan lima orang asisten untuk membantunya menjalankan pekerjaan itu.

"Saya punya asisten 5 orang, mereka bertugas menjalankan akun-akun grab saya. Saya memang punya akun lebih dari 20, bisa pusing kalau saya jalankan sendiri," ungkapnya.

Saat ditanyai terkait data yang digunakan mendaftar Grab, Ia sedikit tertawa. Ia mengaku, sangat mudah mendapatkan data KTP, SIM, STNK dan SKCK untuk di daftarkan Grab. 

"Awalnya saya pakai data keluarga-keluarga saya dan daftarkan Grab. Tapi belakangan saya lihat banyak data palsu alias manipulasi yang lolos saat di daftarakan Grab. Akhirnya saya edit KTP, SIM, STNK dan SKCK," sebut dia.

"Satu berkas itu sudah bisa jadi 3 sampai 5 akun. Tinggal edit dan jadi akun Grab, sudah bisa langsung jalankan 'Tuyul'," tukasnya.
 

Loading...
Loading...