Senin, 22 Januari 2018 15:22 WITA

Driver Grab Pengantar "Tuyul" di Makassar Bisa Kantongi Rp 30 Juta Sebulan

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Driver Grab Pengantar
Polda Sulsel saat merilis kasus pembobolan sistem aplikasi transportasi Grab, pada Senin, (22/1/2018).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel mengungkap kasus pembobolan sistem aplikasi transportasi online, Grab. Ada 7 driver yang ditangkap. 

Modusnya, mereka seolah-olah mengantar penumpang, padahal sang driver sedang di rumah. Istilah mereka, sedang mengantar "tuyul".

Sumber Rakyatku.com yang identitasnya enggan dilansir mengungkapkan, aksi tipu-tipu ini sudah lazim bagi mereka. Memanipulasi sistem untuk meraup untung besar dari Grab.

Dipaparkan, mereka hanya duduk di rumah dan menghasilkan uang. "Modalnya'" cuma dengan memanipulasi sistem Grab. 

"Ada malah yang punya akun sampai 12," beber sumber Rakyatku.com, Senin (22/1/2018).

Dengan jumlah akun itu, lanjut dia, bisa meraup alias mengantongi uang sebesar Rp 15 juta hingga Rp30 juta.

loading...

"Besar ya? Memang seperti itu. Menggiurkan, cukup di rumah dengan keluarga tapi tetap dapatkan pemasukan," demikian dia.

Diberitakan, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani menjelaskan, 7 pelaku yang diamankan pada Sabtu pekan lalu bekerja dengan memanipulasi pendeteksi lokasi mereka agar tidak diketahui oleh perusahaan Grab. 

Dicky menyebut, setiap pelaku biasanya memanipulasi 15 pesanan penumpang fiktif agar mencapai target yang dibebankan oleh Grab.

"Di telepon genggam mereka itu diinstalkan Mock Location atau fake GPS. Jadi mereka dapat mengendalikan GPS mereka seolah-olah sedang mengantar penumpang. Ada target dari agar mereka bisa mendapatkan insentif Rp240 ribu setiap harinya. Keuntungan mereka sejak saat itu mencapai Rp 50 juta," urai Dicky. 

Dalam penangkapan itu. polisi mengamankan barang bukti berupa lima unit mobil berbagai jenis, 50 buah telepon genggam, tujuh buah kartu ATM, tiga buah modem, dan catatan log kegiatan illegal access mereka. 

Loading...
Loading...