Senin, 22 Januari 2018 13:54 WITA

Pilkada Serentak Sulsel

Menanti 4 Plt dan 5 Pjs Kepala Daerah yang Netral

Editor: Mulyadi Abdillah
Menanti 4 Plt dan 5 Pjs Kepala Daerah yang Netral
Ilustrasi: Ali Fadly

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sembilan kepala daerah di Sulsel akan cuti kampanye Pilkada Serentak 2018. Sesuai jadwal, masa kampanye mulai pada 15 Februari hingga 23 Juni 2018 mendatang. 

Sebagai gantinya, pengendali di daerah itu sepenuhnya dijabat pelaksana tugas (plt) dan penjabat sementara (pjs). Rinciannya, 4 Plt dan 5 Pjs kepala daerah.

Daerah yang memiliki Plt adalah Kota Parepare, Palopo, Kabupaten Jeneponto dan Bone. Sedangkan 5 daerah yang memiliki Pjs yakni Kota, Makassar, Kabupaten Sinjai, Luwu, Bantaeng dan Enrekang. 

Plt kepala daerah di Kota Parepare, Palopo, Jeneponto dan Bone hampir dipastikan diisi oleh pejabat Pemprov Sulsel. Sebab, kepala dan wakil kepala daerah di empat wilayah itu kembali maju di Pilkada Serentak. 

Sementara Pjs kepala daerah di 5 daerah otomatis akan dijabat oleh para wakil. 

Pakar Politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan menilai, dengan diangkatnya wakil bupati dan wakil wali kota, setidaknya tidak akan membuat sang petahana menggunakan birokrasi saat bertarung.

"Paling tidak, yang jadi pjs tidak akan membuat petahana menggunakan birokrasi itu. Intinya tidak akan leluasa memanfaatkan birokrasi," kata Aswar Hasan saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2018).

Menurut Aswar, memang ada kecenderungan incumbent yang bertarung, akan menggunakan kekuasaannya hingga tingkat RT/RW yang akan dijadikan lumbung suara dan basis dukungan yang terorganisir. Dengan adanya pjs ini kata dia, sang incumbent tentu akan berpikir panjang untuk mengerahkan perangkat daerah saat bertarung.

"Jadinya bupati dan wakil bupati yang bertarung, juga akan hati-hati, malah tidak akan menggunakan birokrasi saat maju. Karena itu, Plt pasti akan begitu serius mengontrol," tambahnya.

Ia menjelaskan, potensi Plt bupati dan wali kota "mengganggu" petahana yang sedang bertarung, sulit dibuktikan.

"Saya pikir itu sulit diukur apakah akan mengganggu atau tidak. Tapi saya kira tidaklah. Jangan sampai pemerintahan yang jadi korban dari Pilkada," ungkap Azwar.

Namun sebaliknya, Plt maupun Pjs itu nanti, akan menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya. Untuk menjadi bawahannya tidak terlibat politik praktis.

"Jadi saya pikir bagus itu, Plt atau Pjs sebagai pengontrol. Misalnya Kepala Dinas, tidak leluasa bergerak untuk kandidat tertentu," pungkas Aswar.

Daftar Kepala & Wakil Kepala Daerah yang Maju Pilkada Serentak 2018

4 Daerah Butuh Plt

Wali Kota Parepare: Taufan Pawe (Bakal Calon Wali Kota Parepare)
Wakil Wali Kota Parepare: Faisal Andi Sapada (Bakal Calon Wali Kota Parepare)
Wali Kota Palopo: Judas Amir (Bakal Calon Wali Kota Palopo)
Wakil Wali Kota Palopo: Akhmad Syarifuddin Daud (Bakal Calon Wali Kota Palopo)
Bupati Jeneponto: Iksan Iskandar (Bakal Calon Bupati Jeneponto)
Wakil Bupati Jeneponto: Mulyadi Mustamu (Bakal Calon Bupati Jeneponto)
Bupati Bone: A Fahsar Padjalangi (Bakal Calon Bupati Bone)
Wakil Bupati Bone: Ambo Dalle (Bakal Calon Wakil Bupati Bone)

5 Daerah Butuh Pjs
 
Wali Kota Makassar: M Ramdhan 'Danny' Pomanto (Bakal Calon Wali Kota Makassar)
Bupati Sinjai: Sabirin Yahya (Bakal Calon Bupati Sinjai)
Bupati Luwu: A Mudzakkar (Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel)
Bupati Bantaeng: Nurdin Abdullah (Bakal Calon Gubernur Sulsel)
Bupati Enrekang: Muslimin Bando (Bakal Calon Bupati Enrekang)