Senin, 22 Januari 2018 13:28 WITA

Antar "Tuyul" di Makassar, 7 Sopir Grab Ditangkap

Penulis: Syukur
Editor: Mulyadi Abdillah
Antar
Tujuh sopir angkutan taksi online Grab di Makassar iamankan oleh Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tujuh sopir angkutan taksi online Grab di Makassar, diamankan Subdit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan.

Mereka diciduk di salah satu rumah kost, Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar, pada Sabtu (20/1/2018).

"Mereka kedapatan menggunakan illegal access sistem elektronik perusahaan angkutan online, Grab," ungkap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Mereka yang diamankan masing-masing berinisial IGA (31), AQM (25), RJ (25), HR (21), KFP (24), TR (24) dan TB (25). Semua pelaku terdaftar sebagai pengemudi Grab, namun saat beroperasi mereka menggunakan penumpang fiktif agar mencapai target.

"Penumpang fiktif itu sering diistilahkan sebagai penumpang 'tuyul'. Mereka menggunakan pesanan fiktif itu," ungkap Dicky.

Tak hanya menggunakan penumpang fiktif, para pengemudi angkutan online ini dalam beroperasi juga melakukan kecurangan. Dicky menjelaskan, mereka memanipulasi pendeteksi lokasi mereka agar tidak diketahui oleh perusahaan Grab. 

Antar

loading...

Dicky menyebut, setiap pelaku biasanya memanipulasi 15 pesanan penumpang fiktif agar mencapai target yang dibebankan oleh Grab.

"Di telepon genggam mereka itu diinstalkan Mock Location atau fake GPS. Jadi mereka dapat mengendalikan GPS mereka seolah-olah sedang mengantar penumpang. Ada target dari agar mereka bisa mendapatkan insentif Rp240 ribu setiap harinya. Keuntungan mereka sejak saat itu mencapai Rp 50 juta," sambungnya. 

Terkait kasus tersebut, barang bukti yang diamankan diantaranya lima unit mobil berbagai jenis, 50 buah telepon genggam, tujuh buah kartu ATM, tiga buah modem, dan catatan log kegiatan illegal access mereka. 

Akibat tindakan mereka, ke tujuh pemuda ini diancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp12 miliar sesuai yang tertuang dalam Pasal 30 juncto Pasal 46 subsider pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transksi dan Elektronik subsider pasal 378 KUHP 

"Ini menjadi warning buat para pengemudi angkutan online lainnya. Mereka semua sekarang kita tahan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel," demikian Dicky.

Loading...
Loading...