Senin, 22 Januari 2018 12:06 WITA

Laporan Oxfam Sorot Kesenjangan Kekayaan Orang Terkaya dan Miskin

Editor: Suriawati
Laporan Oxfam Sorot Kesenjangan Kekayaan Orang Terkaya dan Miskin
Winnie Byanyima

RAKYATKU.COM - Satu persen orang terkaya di dunia meraup 82 persen dari total kekayaan yang dihasilkan tahun lalu, menurut laporan Oxfam pada hari Senin (22/01/2018).

Laporan terbaru dari badan amal tersebut juga menemukan bahwa kekayaan milyarder telah tumbuh enam kali lebih cepat daripada pekerja biasa sejak 2010. Dikatakan juga bahwa miliarder baru muncul setiap dua hari antara Maret 2016 hingga Maret 2017.

Oxfam menggunakan temuannya untuk melukis gambaran ekonomi global di mana beberapa orang kaya mengumpulkan kekayaan yang semakin besar sementara ratusan juta orang "berjuang untuk bertahan dalam kemiskinan".

"Ledakan miliarder bukanlah tanda ekonomi yang berkembang namun merupakan gejala dari sistem ekonomi yang gagal," kata direktur eksekutif Oxfam Winnie Byanyima dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.
 
Oxfam juga menekankan nasib pekerja perempuan, yang secara konsisten menghasilkan kurang dari laki-laki dan sering memiliki pekerjaan dengan gaji paling rendah dan paling tidak aman. "Sembilan dari 10 milyarder adalah laki-laki," jelas Byanyima.

Loading...

Laporan yang berjudul Reward Work, not Wealth ini menggunakan data dari Credit Suisse untuk membandingkan tingkat pengembalian para eksekutif puncak dan pemegang saham dengan pekerja biasa.

Untuk melawan meningkatnya ketidaksetaraan, Oxfam meminta pemerintah untuk membatasi tingkat pengembalian pemegang saham dan eksekutif puncak, menutup kesenjangan gaji gender, menindak keras penghindaran paja, serta peningkatan pengeluaran untuk layanan kesehatan dan pendidikan.

Laporan ini dirilis ketika tokoh politik dan bisnis terkemuka bertemu di sebuah resor ski mewah Swiss untuk Forum Ekonomi Dunia tahunan. Agenda tahun ini dilaporkan akan berfokus pada bagaimana menciptakan "masa depan bersama di dunia yang retak".

Loading...
Loading...