Minggu, 21 Januari 2018 12:17 WITA

Pada Akademisi Unhas, Danny Gagas Soal Institut Persampahan

Editor: Almaliki
Pada Akademisi Unhas, Danny Gagas Soal Institut Persampahan

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, hadir sebagai keynote speaker pada acara yang diadakan oleh Focus Group Discussion (FGD) yang bertemakan strategi eksekutif, Proyek PLTSA di Indonesia, berkaitan dengan target 23 persen EBT pada tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung diruang Komisi Utama, Gedung II BPPT Lantai 3, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/18) kemarin.

Dalam kesempatan ini, di hadapan peserta, Danny memaparkan program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terkait pengelolaan sampah yang menjadi inovasi percontohan oleh kota-kota lain. Program ini juga banyak dilirik oleh beberapa negara.

Pengolahan sampah di Makassar, kata Danny, langsung melibatkan masyarakat, sebab mereka bisa melakukan barter sampah dengan beras pada bank sampah, yang telah diperankan pemkot di setiap kelurahan.

Program tersebut sudah berlangsung sejak lama, selain memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Makassar dari kelaparan juga dapat meningkatkan penghasilan.

Pada Akademisi Unhas, Danny Gagas Soal Institut Persampahan

"Sekarang ini kita telah mampu mereduksi 20 persen sampah kita dari hasil pemilahan sampah. Beras yang ditukarkan juga yaitu beras premium. Warga yang tidak mampu akan mendapatkan rasa aman, karena mereka tidak akan kelaparan. Jika rajin, mereka bahkan bisa mendapat penghasilan Rp2 juta per bulan dari program ini," ujar Danny.

Program ini tentunya sangat terstruktur, sistematis, dan masif. Untuk ke depannya, wali kota yang berlatar belakang arsitek ini, akan lebih mengembangkannya lagi. Rencananya Danny akan kembali menyediakan timbangan digital online yang akan dibagi empat unit di setiap bank sampah.

"Ini juga seiring dengan program kita, yakni Makassar tidak rantasa. Jadi insyaallah tahun depan sebanyak 2 juta kantong plastik sampah akan kita bagi ke setiap rumah warga. Tujuannya untuk memudahkan mereka dalam memilah sampah, kita juga sudah menyediakan motor sampah di setiap RW," ungkapnya.

Dia juga menambahkan hasil reduksi sampah yang tak terpakai atau sisa, itu yang akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang kemudian menjadikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

"Jadi semua sampah yang tidak direduksi, kita bawa ke TPA dan ini yang kita proses untuk PLTS," terangnya.