Jumat, 19 Januari 2018 10:39 WITA

BPJS TK Siapkan 386 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja di Sulawesi-Maluku

Editor: Al Khoriah Etiek Nugraha
BPJS TK Siapkan 386 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja di Sulawesi-Maluku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi-Maluku, hingga Desember 2017 telah menyiapkan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) sebanyak 386 unit fasilitas kesehatan, yang tersebar di seluruh unit kerja di Sulawesi dan Maluku.

Hal tersebut diutarakan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif di tengah konferensi pers bersama Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora, usai melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Awal Bros yang merupakan salah satu PLKK BPJS Ketenagakerjaan di Makassar, Jumat (19/01/2017).

Krishna mengatakan, dengan adanya fasilitas PLKK, pihak perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya apapun, perusahaan hanya perlu melaporkan kronologis kecelakaan kerja pegawainya kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat, dan biaya sampai dengan sembuh akan menjadi tanggungan BPJS Ketenagakerjaan. 

“Kami tidak memiliki batasan biaya untuk klaim kecelakaan kerja, cukup perusahaan datang mengisi formulir laporan kecelakaan kerja disertai kronologis kecelakaan, maka resiko biaya pengobatan sampai dengan sembuh akan dialihkan kepada kami selaku penyelenggara jaminan sosial,” ujarnya.

BPJS TK Siapkan 386 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja di Sulawesi-MalukuKrishna berharap, fasilitas PLKK ini dapat dimanfaatkan oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sulawesi-Maluku. Hingga akhir tahun 2017 tercatat peserta aktif di Wilayah Sulawesi-Maluku sebanyak 798.422 peserta. 

“Sepanjang tahun 2017 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 1.280 kasus dan dengan nilai klaim sebesar Rp23.489.461.041,” tambah Krishna.

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan empat program diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian(JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). 

Program JKK memberikan manfaat layanan antara lain biaya transportasi dari lokasi kecelakaan kerja ke rumah sakit, pengobatan di PLKK sampai dengan sembuh, Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja, Santunan Cacat hingga 56 kali gaji terlapor, Santunan kematian Akibat Kecelakaan Kerja hingga 48 kali gaji terlapor dan Beasiswa bagi satu orang anak dari peserta yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja.