Kamis, 18 Januari 2018 08:59 WITA

OPINI

KSA : Meramal Produksi Padi dengan Teknologi Terkini

Editor: Almaliki
KSA : Meramal Produksi Padi dengan Teknologi Terkini

Oleh : M. Aliem, S.Si ( Statistisi Pertama KSK Bungaya Badan Pusat Statistik Kab. Gowa)

Ketahanan pangan menjadi isu sensitif bagi suatu negara. Untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah membutuhkan data yang akurat tentang jumlah produksi pangan. Untuk itu, BPS akan menggunakan citra satelit dalam menghitung produksi padi pada tahun 2018.

Ketahanan pangan dapat tercipta dengan perencanaan yang baik dari pemerintah. Langkah awal adalah dengan mengetahui jumlah produksi padi. Kemudian mengenali pola konsumsi beras masyarakat. Jika data produksi padi akurat, maka perencanaan swasembada pangan bisa terukur. Selain itu, pemerintah dapat mengambil kebijakan impor beras jika memang diperlukan.

Untuk menghitung produksi padi, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan dua variabel, yaitu luas panen dan produktivitas hasil survei ubinan. Kedua variabel ini akan menghasilkan angka estimasi jumlah produksi padi. Banyak pihak yang meragukan data luas panen yang masih berdasarkan eye estimate atau hanya dengan pandangan mata. Belum ada pengukuran luas panen yang akurat. Selama ini, BPS hanya menerima data luas panen dari dinas terkait untuk menghitung jumlah produksi.

Keraguan ini dijawab oleh BPS dengan survei Kerangka Sampel Area (KSA). Teknologi ini merupakan hasil kerja sama antara BPS dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Survei KSA akan dilakukan secara nasional termasuk di Sulsel mulai Januari 2018. KSA akan menggunakan bantuan citra satelit dalam menghitung luas panen.

Sebelumnya, KSA telah diujicoba di Indramayu dan Garut yang merupakan daerah sentra penghasil beras. Setiap petugas akan memotret lahan sawah/kebun dengan menggunakan telepon genggam berbasis android yang telah diinstal program aplikasi di dalamnya. Gambar diambil langsung di lahan pertanian yang menjadi sampel dan datanya akan dikirim ke pusat data BPS.

Kegiatan pengambilan gambar yang terhubung citra satelit ini akan dilakukan setiap bulan selama tahun 2018. Sistem KSA berbasis teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG), penginderaan jauh, teknologi informasi, dan statistika yang saat ini sedang diimplementasikan di Indonesia untuk perolehan data dan informasi pertanian tanaman pangan.

KSA merupakan teknik pendekatan penyampelan yang menggunakan area lahan sebagai unit enumerasi. Dikutip dari laman resmi KSA, perbaikan data produksi padi menjadi tahap awal untuk menjaga ketahanan pangan, utamanya beras. Karena bahan makanan ini bisa berdampak politis dan berpengaruh terhadap stabilitas nasional. Jika kebutuhan beras terpenuhi, masyarakat akan terhindar dari musibah kelaparan.

Untuk mengetahui jumlah produksi beras secara akurat, dibutuhkan angka konversi (rendemen) gabah ke beras yang tepat. Penyusutan juga harus diperhitungkan dengan benar. Penyusutan bisa terjadi pada saat panen, penjemuran padi, proses penggilingan padi menjadi beras, dan pada proses transportasi.

Jumlah padi dan beras yang susut bisa dikurangi dengan penerapan teknologi terbaru di
bidang pertanian. Salah satunya dengan menggunakan alat dan mesin pertanian yang canggih pada proses produksi dan pasca produksi padi. Mesin panen bisa membantu petani sehingga proses panen menjadi lebih efektif dan efisien.

Selain itu, dibutuhkan mesin penggilingan padi yang canggih karena berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi beras. Penggunaan teknologi dalam menghitung jumlah produksi padi dan beras diharapkan mampu mengurai masalah data pangan.

Data yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam membuat perencanaan tentang swasembada. Dan tentu saja menjadi dasar bagi pemerintah dalam kebijakan impor beras. Semoga teknologi KSA bisa menyempurnakan data jumlah produksi padi.

Hal ini menjadi sangat penting dalam usaha menjaga ketahanan pangan, sebab data akurat dapat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Pemerintah juga bisa menghitung besaran cadangan stok beras sesuai kebutuhan. Komoditas beras merupakan bahan makanan pokok masyarakat. Perut kenyang akan membuat penduduk tenang. Dengan begitu, stabilitas nasional bisa terwujud dan perekonomian bisa berjalan sesuai target pemerintah.

Tags