Kamis, 18 Januari 2018 02:30 WITA

Merasa Dikelabui, Belasan Karyawan BMM Pangkep Tuntut Hak

Editor: Abu Asyraf
Merasa Dikelabui, Belasan Karyawan BMM Pangkep Tuntut Hak
karyawan PT Bumi Makassar Mining (BMM) meminta kejelasan status mereka.

RAKYATKU.COM - Belasan karyawan PT Bumi Makassar Mining (BMM) meminta kejelasan status mereka. Pasalnya sejak Oktober 2015 lalu, mereka dimutasi ke PT GMR dengan alasan yang tidak jelas. 

Sayangnya, mutasi tersebut diduga hanya dalih perusahaan untuk tidak lagi mempekerjakan mereka. Kini, sebelas karyawan tersebut tidak bekerja, baik di GMR maupun di BMM.

Faisal, salah satu karyawan BMM, kepada Rakyatku.com menuturkan, mutasi tersebut hanya akal-akalan perusahaan. Pasca wacana mutasi tersebut, ia dan 10 pekerja lain justru dianggap mengundurkan diri oleh perusahaan.

"Kita dimutasi ke GMR. Pemilik BMM dengan GMR ini kan sama, hanya manajemennya beda. Namun, sejak Oktober itu sampai sekarang, kita tidak pernah dipanggil kerja di GMR, kita juga dianggap mengundurkan diri di BMM," ujar Faisal, Rabu (17/1/2018).

Faisal mengatakan, ia dan kawan-kawannya sebenarnya telah melakukan berbagai upaya meminta kejelasan status mereka. Ironisnya perusahaan BMM tidak mengindahkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Provinsi Sulsel, hasil audiensi mereka.

Tidak hanya itu, oleh jajaran Polda Sulsel, mereka pernah difasilitasi untuk bertemu dengan pihak perusahaan, dimana saat itu, pihak perusahaan berjanji akan membayar gaji 11 pekerja tersebut. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan tidak membayar gaji mereka bahkan mereka pun tidak pernah dipanggil kembali untuk bekerja.

"Seandainya ada surat PHK kan jelas, ini tidak ada. Tidak ada juga pesangon seandainya kita di-PHK. Bahkan seandainya pun benar kita mengundurkan diri, ada semacam tanda terima kasih," ungkap Faisal.

Faisal mengaku, keinginannya dan 10 pekerja yang lain sangat sederhana. Jika memang perusahaan tidak lagi mau mempekerjakan mereka, bayarkan upah mereka sejak Oktober hingga saat ini dan juga pesangon jika benar di-PHK.

Ketua DPC KSPI Kep, Idris mengatakan, semestinya perusahaan menjalankan rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Pertambangan Provinsi, yang salah satunya meminta perusahaan BMM mempekerjakan mereka kembali dan membayarkan upah mereka sejak Oktober 2015 lalu.

"Saya berharap perusahaan melaksanakan anjuran itu. Ini dasarnya, surat ini," pinta ketua salah satu organisasi serikat pekerja di Pangkep ini.