Kamis, 18 Januari 2018 02:00 WITA

Tangani Sampah, Pemkab Bulukumba Libatkan Badan Keswadayaan Masyarakat

Editor: Abu Asyraf
Tangani Sampah, Pemkab Bulukumba Libatkan Badan Keswadayaan Masyarakat
Penandatanganan MoU antara DLHK dengan BKM di Bulukumba, Rabu (17/1/2018).

RAKYATKU.COM,BULUKUMBA - Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggandeng dua lembaga Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam proses pengelolaan sampah. Selama ini pelayanan dilakukan secara sentralistik oleh pemerintah.

Pemda dan BKM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di kantor DLHK dengan dua BKM yaitu BKM Lestari Kelurahan Loka dan BKM Al Ikhwan Caile. Kedua BKM berada di Kecamatan Ujung Bulu, Rabu (17/1/2018).

Kepala Dinas LHK, Misbawati A Wawo mengatakan, kerja sama ini sebagai operasionalisasi dari MoU yang telah ditandatangani kedua belah pihak bulan Agustus tahun 2017 yang lalu. Sesuai dengan MoU dan PKS, pihaknya memberikan dukungan masing-masing 1 (satu) unit motor sampah beserta operatornya. Pihaknya juga membayarkan honorarium atau gaji operator motor sampah serta biaya perawatan kendaraan roda tiga tersebut.

Dukungan itu hanya diberikan untuk satu tahun pertama. Tahun berikutnya, motor sampah, biaya operasional dan honor operator sudah sepenuhnya ditanggung oleh BKM.

Pihaknya berharap kerja sama itu akan semakin meningkatkan kinerja layanan persampahan kepada warga. Dukungan dari BKM untuk ikut terjun dalam pelayanan sampah itu akan memudahkan pihaknya mengembangkan wilayah layanan ke kecamatan lainnya. Pihaknya juga berencana akan terus mengembangkan jumlah BKM yang terlibat. Tahun 2018 setidaknya 7 (tujuh) BKM lain di Kecamatan Ujung Bulu akan diajak kerja sama.

Dikatakan pula, inisiasi pelibatan BKM dalam layanan  persampahan dilakukan pihaknya berkat dukungan Urban Sanitatian Development Program (USDP) yang dalam satu tahun terakhir mendukung terwujudnya layanan persampahan yang integral dan berkelanjutan dari hulu ke hilir dan multi aspek.

Namun diakui, setelah dilakukan penandatangan MoU, kerja sama belum secara otomatis bisa dilaksanakan karena berbagai soal, seperti kesediaan dukungan anggaran, sarana prasarana pendukung dan berbagai hal teknis terkait.

“Alhamdulillah semua kendala bisa diatasi. Apalagi dukungan bapak bupati cukup besar untuk inovasi kerja sama ini. Dukungan itu terwujud minggu lalu dalam peluncuran paket kebijakan Bulukumba Tuntaskan Akses Persampahan di mana bapak bupati menyerahkan dua motor sampah kepada kedua BKM yang bekerjasama dengan kami,” ujar Misbawati.

Koordinator BKM Al Ikhwan, Andi Muh Basri, mengatakan pihaknya merasa senang dan terhormat bekerja sama dan dilibatkan pengelolaan sampah oleh pemerintah. Pihaknya berkomitmen karena pada dasarnya masyarakat turut bertanggung jawab atas kondisi sanitasi di sekitarnya.

“Pada dasarnya ini untuk warga kami juga, warga kami sendiri karena wilayah layanan adalah tempat kami tinggal. Maka kami senang dengan pelibatan BKM oleh Dinas LHK ini,” ujarnya.

Pada tahap awal, pihaknya akan melayani 494 rumah tangga yang berada di 8 Rukun Tetangga (RT) di kelurahannya. Sedangkan BKM Lestari akan melayani 267 rumah tangga di Kelurahan Loka. 

Sebagaimana tercantum dalam perjanjian, kedua BKM akan melakukan pengumpulan sampah  dari rumah tangga dan membuangnya ke Tempat Penampungan Sampah dalam kondisi terpilah antara sampah organik dan non organik. Di samping itu, kedua BKM berkewajiban membentuk dan mengelola bank sampah serta melakukan pemungutan iuran sampah dari rumah tangga yang dilayani.