Rabu, 17 Januari 2018 15:35 WITA

Soal Beras, SYL Sebut Menteri Perdagangan Tersinggung karena Pernyatannya

Editor: Almaliki
Soal Beras, SYL Sebut Menteri Perdagangan Tersinggung karena Pernyatannya
Syahrul Yasin Limpo

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Pemerintah pusat rencananya akan mengimpor beras 500.000 ton dari negara Thailand dan Vietnam, karena beberapa daerah di Indonesia dinyatakan kekurangan beras sehingga harga beras melonjak.

Bedanya di Sulsel, meski harga beras di Sulsel ikut naik, akan tetapi Sulsel masih memiliki stok sebanyak 82.000 ton sehingga masih bisa bertahan sampai 2 tahun ke depan.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL), pun memberikan solusi kepada pemerintah pusat, untuk mengambil beras yang ada di Sulsel tersebut, kemudian dibagikan kepada daerah yang kekurangan beras, sambil menunggu beras impor dari Thailand dan Vietnam.

Alhasil, pernyataan SYL itu, memantik ketersinggungan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Mendag pun langsung menghubungi SYL, dan memintanya mengklarifikasi maksud pernyataannya.

"Menteri perdagangan telpon saya, katanya 'apa yang kau maksud terkait itu', saya bilang bukan saya tantang impor. Silakan impor sebagai pendekatan emergency, bukan agenda permanen," ungkap SYL, Rabu (17/1/2018).

Soal Beras, SYL Sebut Menteri Perdagangan Tersinggung karena Pernyatannya

Menurut SYL, jika beras sudah diimpor, setelah itu seluruh daerah kembali kelebihan beras, maka harus kembali diekspor. "Kalau misalnya sudah impor, tapi misalnya kelebihan. Kita ekspor lagi. Jangan hanya bisa impor, tapi ekspor tidak boleh. Itu pikiran saya dan pikiran ini diajar Pak Jusuf Kalla, " katanya.

"Wajar saya bicara keras tentang stok saya, karena memang kita punya stok beras. Dan setengah mati petani menghasilkan beras, tapi tidak dibeli atau diekspor. Pikiran seperti ini Pak JK yang ajar saya, agar berpihak kepada rakyat," tegasnya.

Bahkan menurut SYL, petani itu memiliki anak yang harus dibiayai sekolahnya. Jika hasil dari petani tidak diperhatikan, maka bagaimana petani bisa sekolahkan anaknya. "Saya konsisten tetap kawal rakyat, dan kalau ada yang marah, saya pasrah, " tutupnya.