Senin, 15 Januari 2018 15:35 WITA

Jika Masalah Ini Belum Beres, Investor Belum Bisa Kerjakan Tol Pettarani

Editor: Abu Asyraf
Jika Masalah Ini Belum Beres, Investor Belum Bisa Kerjakan Tol Pettarani
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tengah fokus pada pembangunan infrastruktur di sektor prasarana jalan. Salah satunya, yaitu Pettarani Tol Road atau yang lebih dikenal dengan nama Tol Layang.

Pembangunan tol yang diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar Rp2 triliun lebih ini, diharapkan menjadi solusi atas persoalan kemacetan di Kota Makassar.

Menggaet investasi penuh dari PT Nusantara Infrastructure Tbk, pembangunan tol layang pertama di Sulawesi Selatan itu dijadwalkan berlangsung mulai Maret 2018. Membentang sepanjang 4,3 kilometer di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Andi Hadijah Iriani menyatakan, realisasi pembangunan tol layang tersebut bergantung dari dukungan Pemkot Makassar.

"Berdasarkan penyampaian dari Nusantara Infrastructure, yang paling mereka butuhkan dalam pembangunan ini adalah support dari pemerintah kota, utamanya menyangkut utilitas," ungkap Iriani, Senin (15/1/2017).

Iriani mengungkapkan, saat ini progres pembangunan tol layang telah memasuki tahapan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan utilitas jalan, yang akan berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak groundbreaking 12 Oktober 2017 lalu.

Sebelum pembangunan dimulai, lanjutnya, semua utilitas harus sudah lengkap. Utilitas inilah yang diminta oleh pengembang kepada Pemkot Makassar, termasuk di dalamnya menyangkut saluran pipa PDAM, CCTV, dan lampu jalan. Berkas utilitas ini juga harus diserahkan oleh pihak Telkom dan PLN.

"Makanya, saat rapat koordinasi progres proyek Pettarani tadi, saya tanya semua (instansi terkait) satu per satu. Mana janji pemerintah kota, mana semua berkas utilitasnya. Menurut pihak Nusantara Infrastructure, belum ada yang menyerahkan," ungkapnya.

Iriani secara tegas meminta kepada semua pihak, utamanya yang berada di lingkup Pemkot Makassar, untuk lebih menyadari tugas-tugasnya dalam mendukung pembangunan tol layang. Sehingga dapat rampung sesuai dengan target, yakni pada tahun 2020 mendatang.