Minggu, 14 Januari 2018 18:01 WITA

Murlina Dampingi Menteri PPPA Isi Kuliah Umum di UNM

Editor: Aswad Syam
Murlina Dampingi Menteri PPPA Isi Kuliah Umum di UNM
Kadis DPPPA Sulsel, Andi Murlina (kedua kiri), mendampingi Menteri PPPA, Yohana Yambise (ketiga kiri), saat mengisi kuliah umum, di Universitas Negeri Makassar (UNM), belum lama ini.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), terus melakukan upaya guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas PPPA Sulsel, Andi Murlina kala mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise, saat mengisi kuliah umum, di Universitas Negeri Makassar (UNM), belum lama ini.

"Banyak programnya, selain menggelar pelatihan, kita juga lakukan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa poin penting yang digaris bawahi dalam kegiatan tersebut adalah, kesetaraan gender menjadi poin penting dalam kemakmuran sebuah negara. "Negara dikatakan aman apabila kaum perempuannya sudah berada di garis aman," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Susana Yembise mengatakan, perang dan sumbangsih perempuan di berbagai bidang, sudah tidak bisa dipungkiri lagi dalam memajukan pembangunan, hal itu bisa di lihat dari banyaknya kaum wanita yang bekerja baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

"Perkembangan zaman telah merubah dan menunjukkan bahwa kaum perempuan telah mampu Hadir dan tampil dalam memberikan sumbangsih dan memajukan negara," ungkapnya.

Yohana juga mengaku, kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak yang akhir-akhir ini masih terus terjadi harus bisa di hentikan selamanya dengan memberikan perhatian yang Lebih serius, apa lagi menimpa anak-anak yang merupakan generasi pelanjut bangsa dan negara.

"Pelecehan dan kekerasan terhadap anak yang masih terus terjadi akhir-akhir ini, harus bisa di hentikan,apa lagi menimpa anak-anak yang merupakan generasi pelanjut bangsa, dengan memberikan perhatian yang lebih serius lagi, sehingga kedepannya tidak terjadi lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, Yohana mengungkapkan, jika Indonesia saat ini tengah menuju pada kesetaraan gender yang ditargetkan pada tahun 2030. Untuk itu, menjadi tugas mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kesetaraan gender, serta perlindungan perempuan dan anak terhadap kekerasan.