Sabtu, 13 Januari 2018 23:42 WITA

FKH Apresiasi Program Pohon Ketapang Kencana

Editor: Sulaiman Abdul Karim
FKH Apresiasi Program Pohon Ketapang Kencana

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Makassar, Ahmad Yusran, angkat bicara terkait polemik program penghijauan oleh Pemkot Makassar, lewat penanaman pohon ketapang kencana.

Menurut Yusran, pihaknya prihatin karena program penghijauan lajur di 15 kecamatan itu begitu dibesar-besarkan. "Padahal fungsinya sudah kita rasakan. Berkat penanaman ketapang, Makassar kini semakin indah, sejuk, dan hijau. Terimakasih Pak Wali," ujar Yusran, Sabtu (13/1/2018).

Terlepas dari kasus hukum akibat program itu, FKH tetap konsisten mendukung upaya Pemkot Makassar untuk meningkatkan kuota RTH di Kota berjuluk Angin Mammiri. "Kami apresiasi dan mendukung setiap niat baik dari kepala daerah untuk zona hijau, maupun penataan estetika kota. Apalagi kebijakan ini telah diamanahkan dalam undang-undang tentang RTH kota, minimal 30 persen," terangnya.

Yusran menambahkan, dari pengamatan FKH tak menemukan adanya kerugian negara pada budidaya kurang lebih 7 ribu pohon ketapang itu. "Audit BPK juga tak menemukan kerugian negara. Kenapa justru kepolisian merilis sendiri kerugian negara. Ini kan tumpang tindih proses hukum. Yang bingung pasti masyarakat," sesalnya.

Sebelumnya Polda Sulsel menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengadaan Pohon Ketapang Kencana dan UMKM lingkup Pemkot Makassar. Penetapan tersangka dua kasus tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat menggelar jumpa pers di Mapolda Sulsel, Selasa (9/1/2018) lalu.

Dicky memaparkan, dua tersangka dalam kasus UMKM, yakni mantan Kadis Koperasi Gani Sirman dan Enra.

Sementara dalam kasus pohon ketapang nama Gani Sirman kembali masuk saat dirinya menjabat Plt Kadis Lingkungan Hidup Gani Sirman. Tiga tersangka lain, yakni Budi Susilo, Buyung Haris dan Abu Bakar Muhajji.