Sabtu, 13 Januari 2018 16:33 WITA

Trump Bebaskan Iran Dari Sanski Nuklir

Editor: Suriawati
Trump Bebaskan Iran Dari Sanski Nuklir
Foto: Reuters

RAKYATKU.COM - Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk tidak mengajukan kembali sanksi nuklir terhadap Iran, dan mempertahankan kesepakatan 2015.

Namun, Trump mengatakan ini merupakan "terakhir kalinya," dan bahwa kesepakatan nuklir baru harus dinegosiasikan oleh AS dan Eropa dalam 120 hari ke depan.

Selama periode empat bulan tersebut, dia menginginkan kongres utama Amerika dan Eropa untuk membuat kesepakatan baru (tanpa melakukan negosiasi dengan Teheran) untuk menggantikan "kekurangan bencana" dalam kesepakatan saat ini.

"Meskipun saya memiliki kecenderungan kuat, saya belum menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai gantinya, saya telah menggariskan dua kemungkinan jalan ke depan, yaitu memperbaiki kerugian dari kesepakatan itu, atau Amerika Serikat akan menarik diri."

"Ini adalah kesempatan terakhir. Dengan tidak adanya kesepakatan semacam itu (antara kekuatan AS dan Eropa), Amerika Serikat tidak akan lagi mengesampingkan sanksi agar tetap berada dalam kesepakatan nuklir Iran."

Menggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan bahwa keputusan Trump adalah upaya putus asa untuk merongrong sebuah kesepakatan multilateral yang solid.

Menulis di Twitter, Mohammad Javad mengatakan bahwa Kesepakatan 2015 tidak dapat dinegosiasikan. "Alih-alih mengulangi retorika yang melelahkan, AS harus menyesuaikan diri sepenuhnya - sama seperti Iran."

Keputusan Trump diumumkan bersamaan dengan paket sanksi baru lainnya, yang menghukum Iran atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam tindakan keras terhadap demonstrasi jalanan baru-baru ini. Sanksi baru itu menargetkan 14 individu dan perusahaan Iran, termasuk kepala pengadilan negara tersebut.

Tags