Sabtu, 13 Januari 2018 15:50 WITA

Ini Lelaki Bugis yang Terang-terangan Pernah Melawan Prabowo

Editor: Aswad Syam
Ini Lelaki Bugis yang Terang-terangan Pernah Melawan Prabowo
Prabowo Subianto (Wikipedia)

RAKYATKU.COM - Sebagai mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto tentu memiliki wibawa, juga kharisma. Karier militer yang cemerlang, membuat banyak yang keder dengan mantan menantu penguasa Orde Baru, Soeharto ini. Tapi tidak sedikit juga yang terang-terangan melawan Ketua Umum Partai Gerindra itu, termasuk dua lelaki berdarah Bugis ini.

La Nyalla Mattalitti

Ini Lelaki Bugis yang Terang-terangan Pernah Melawan Prabowo

La Nyalla Mattalitti tiba-tiba dengan lantang membocorkan mahar politik yang diminta Prabowo, agar Gerindra mengusung dirinya sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur. Padahal, La Nyalla mengaku adalah orang yang jasanya tidak sedikit saat Pemilihan Presiden 2009 dan 2014 lalu, saat Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden.

Lelaki berdarah Sulsel ini kecewa, saat hendak maju, dirinya dimintai ratusan miliar rupiah untuk mengendarai Partai Gerindra. Namun, ini dibantah Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. Menurutnya, batalnya Gerindra mengusung La Nyalla di Pilgub Jatim bukan karena mahar politik tapi sesuai musyawarah dengan koalisi partai lain.

La Nyalla dilahirkan dari keluarga Bugis. Kakeknya, Haji Mattalitti, adalah saudagar Bugis-Makassar terkenal di Surabaya. Bapaknya, Mahmud Mattalitti, adalah dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan FH Unair.

Oesman Sapta Odang

???????Ini Lelaki Bugis yang Terang-terangan Pernah Melawan Prabowo

Oesman Sapto Odang merupakan seteru Prabowo Subianto dalam perebutan kursi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015. Saat Prabowo menggelar Munas HKTI di Bali, OSO juga menggelar Munas HKTI tandingan. Karenanya ada istilah HKTI OSO dan HKTI Prabowo. 

Dan pada Pilpres 2014 lalu, HKTI OSO berada di barisan Jokowi-JK yang saat itu menjadi rival pasangan capres Prabowo-Hatta.

Oesman lahir dari pasangan Odang (ayah) asal Palopo, Sulawesi Selatan dan Asnah Hamid (ibu) asal Sulit Air, Solok, Sumatera Barat. Namun dia lebih dekat dengan keluarga ibunya. Pada 2003, ia dikukuhkan sebagai pemangku adat Minangkabau dengan gelar Datuk Bandaro Sutan Nan Kayo. 

Tags