Sabtu, 13 Januari 2018 15:32 WITA

Kian Tegang, Turki Keluarkan Travel Warning ke AS

Editor: Andi Chaerul Fadli
Kian Tegang, Turki Keluarkan Travel Warning ke AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 16 Mei 2017. (© Michael Reynolds /EPA)

RAKYATKU.COM - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki merilis peringatan perjalanan atau travel advisory untuk warganya yang akan ke Amerika Serikat (AS). Alasannya adalah adanya masalah keamanan yang di pantai pemerintah Turki.

"Kami mengamati adanya peningkatan persekongkolan teror dan tindakan kekerasan di AS," kata Kementerian Luar Negeri Turki melalui laman resminya.

Dalam peringatan itu, pemerintah Turki mencantumkan serangkaian insiden yang terjadi sejak 2016. Termasuk di Ohio State University, bandara Fort Lauderdale-Hollywood di Florida, Pusat Islam Dar Al-Farooq di Minnesota dan sebuah gereja di Texas.

Kementerian Luar Negeri Turki juga memperingatkan bahaya kendaraan yang menabrak pejalan kaki, dan serangan bom serta teror bersenjata.

Peringatan perjalanan itu mengutip ancaman yang disebabkan oleh kelompok-kelompok ekstrem kanan dan rasis. Hal itu yang mendesak warga Turki untuk mengambil tindakan pencegahan.

Dikutip dari VOA, Sabtu (13/1/2018), peringatan ini meniru salah satu peringatan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS yang mendesak orang Amerika untuk mempertimbangkan kembali ke Turki. 

Peringatan itu menyebutkan dua risiko spesifik, terorisme dan penahanan sewenang-wenang.

Beberapa warga AS saat ini ditahan di Turki di mana keadaan darurat diberlakukan. Mereka dituduh memiliki hubungan dengan ulama Turki Fethullah Gulen, yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania dan dituduh sebagai otak dari percobaan kudeta 2016 di Turki. 

Dia menyangkal keterlibatannya. AS telah menolak tuntutan Turki untuk mengekstradisi Gulen. [ps/jm]