Sabtu, 13 Januari 2018 15:14 WITA

Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Februari, Itu Hoax!

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka Februari, Itu Hoax!

RAKYATKU.COM - Kementerian PANRB menepis kabar hoax CPNS 2018 yang beredar. Dalam kabar hoax tersebut, disebutkan pendaftaran CPNS 2018 akan dibuka pada bulan Februari.

biasanya diawali dengan kutipan pernyataan Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB, seolah-olah pada bulan Februari 2018 akan dibuka pendaftaran CPNS 2018.

Untuk mengecoh para pembaca, hoax tersebut diawali dengan kutipan pernyataan Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB. Hal ini dilakukan untuk mengecoh pembaca agar mempercayai isi dari pesan tersebut.

"Pernyataan itu sama sekali tidak benar. Memang Pak Menpan sudah memberikan sinyal bahwa tahun 2018 ada rencana membuka kembali penerimaan CPNS, baik pusat maupun daerah. Namun untuk waktu dan jumlah formasinya belum ditetapkkan," ungkap Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian PANRB, Herman Suryatman, Sabtu (13/1/2017),

Menurutnya, Kementerian PANRB saat ini masih menunggu validasi usulan formasi dari instansi, termasuk dari Pemerintah Daerah. Validasi tersebut diminta disampaikan secara online melalui aplikasi e-Formasi dan diharapkan sudah masuk semua akhir bulan Januari ini.

Selanjutnya, Kementerian PANRB akan melakukan pembahasan. Hal itu akan dilakukan setelah validasi usulan formasi tersebut masuk. 

"Setelah validasi selesai, kami akan melakukan pembahasan yang mendalam dan komprehensif, termasuk melihat kapasitas fiscal. Adapun formasi yang diprioritaskan antara lain guru, tenaga kesehatan, serta formasi jabatan yang spesifik sesuai core business instansi dalam rangka membidik Nawacita," tegasnya dilansir Okezone.

Herman juga mengimbau agar masyarakat lebih jeli dalam menerima dan mengakses informasi terkait CPNS. "Apabila ingin mengetahui informasi seputar CPNS, agar mengakses portal menpan.go.id bkn.go.id serta portal instansi pemerintah terkait dengan domain go.id. Jangan percaya informasi yang sumbernya tidak jelas," tukasnya.