Sabtu, 13 Januari 2018 09:32 WITA

Kakek 9 Cucu Mengaku Nafsu Lihat Anak Kecil Perempuan

Editor: Fathul Khair Akmal
Kakek 9 Cucu Mengaku Nafsu Lihat Anak Kecil Perempuan
Ilustrasi.

RAKYATKU.COM - Aun Sarifudin (67), kakek sembilan cucu yang mencabuli 11 anak perempuan di Kota Bandung mengaku nafsu melihat anak perempuan yang masih kecil. Kakek yang juga guru ngaji itu melakukan asusila di rumahnya di kawasan kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung. 
   
"Saya nafsu kalau lihat anak kecil perempuan," ujar Kakek Aun, Jumat (12/1/2018).

Kakek Aun tidak menjelaskan kenapa tega mencabuli 11 anak perempuan di bawah umur. Akan tetapi, dirinya menyatakan masih tinggal bersama istrinya. 

"Istri saya ada, tapi sama udah tua seumur saya," terangnya.

Sementara itu, Kanit PPA Polrestabes Bandung, Iptu Irene menambahkan Kakek Aun merekam aksi pencabulannya sendiri menggunakan video dari smartphonenya.

"Jadi tersangka ini saat mencabuli korbannya, meminta kepada korban lainnya untuk mengambil gambar video melalui hp Smartphonenya," jelas Iiptu Irene dikutip kriminologi.id.

Aksi tersangka sendiri, kata Irene diakuinya sudah berlangsung setahun. Namun demikian, petugas terus mendalami pengakuannya tersebut.

"Pengakuannya berlangsung setahun ini, tapi kita dalami pengakuannya ini dengan penyidikan ini," jelasnya.

Seperti diberitakan, Kakek sembilan cucu hanya mengangguk saat ditanya wartawan soal pencabulan yang dilakukan terhadap 11 anak perempuan di bawah umur. 

Kakek Aun dihadirkan dalam keterangan pers di Mapolrestabes Bandung mengenakan penutup kepala yang terdapat tiga lubang di bagian mata dan hidung, Jumat, 12 Januari 2018. 

"Jadi pelaku ini memang dikenal di daerah setempat sebagai tukang bersih-bersih dan mengajar ngaji, namun melakukan hal asusila, atas laporan dari orang tua korban," jelas Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung.

Kakek Aun, yang merangkap sebagai tukang bersih-bersih ini ditangkap di rumahnya di kelurahan Babakan Tarogong, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, ditangkap polisi pada Kamis, 11 Januari 2018 malam dengan tuduhan melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur.