Sabtu, 13 Januari 2018 08:34 WITA

Ada Gerakan SoBAT, 1.223 Keluarga di Soppeng Tak Lagi BABS

Editor: Abu Asyraf
Ada Gerakan SoBAT, 1.223 Keluarga di Soppeng Tak Lagi BABS
ILUSTRASI

RAKYATKU.COM,SOPPENG - Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis tahun 2018 ini bisa menuntaskan warga tanpa jamban atau membebaskan warga dari perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Optimisme itu muncul dari progres yang dicapai tahun 2017 dan skenario penyelesaian BABS tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Dipa. Menurutnya progres yang dicapai untuk menuntaskan warga tanpa jamban tahun 2017 luar biasa cepat. 

"Penyelesaian tahun 2018 akan dilakukan dengan skenario yang lebih baik dan dukungan pendanaan beberapa sumber yang dilakukan melalui Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT)," jelasnya.

Ketika Gerakan SoBAT dideklarasikan bulan Agustus 2017 lalu, jumlah warga tanpa jamban ada sebanyak 4.750 Kepala Keluarga (KK). Gerakan SoBAT mampu menuntaskan 1.223 KK melalui pembangunan tangki septik kedap yang berasal dari hibah tangki septik dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sanitasi dari Pemerintah Pusat, APBD Perubahan dan Dana Desa.

"Tahun ini, jumlah KK yang akan dituntaskan lebih banyak lagi yakni sebanyak 3.572 KK. Untuk menuntaskannya telah disusun skema pendanaan dari berbagai sumber seperti DAK, Hibah Tangki Septik dan Dana Desa serta CSR pihak swasta. Kami optimis karena jumlah DAK Sanitasi yang diperoleh Kabupaten Soppeng melonjak jauh dari tahun lalu," jelas dia.

Tahun lalu, lanjutnya, pihaknya mendapatkan DAK Sanitasi sebanyak Rp2,5 miliar. Tahun ini meningkat empat kali lipat menjadi Rp8,5 miliar lebih. Peningkatan tajam DAK ini  dirasakan sebagai penghargaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Soppeng yang memprioritaskan pembangunan sektor sanitasi, khususnya air limbah domestik melalui Gerakan SoBAT.

Pendanaan dari dana desa bahkan dikatakan cukup besar dan jumlahnya sangat signifikan. Sedikitnya 2.000 KK akan dituntaskan melalui Dana Desa. Pihaknya mengapresiasi kepala desa dan lurah yang antusias mendukung program tersebut.

"Antusiasme dan komitmen Kepala Desa dan Lurah memang tidak lepas dari penegasan bupati Soppeng saat deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Desa Marioritengga November lalu. Bupati Soppeng ketika itu menegaskan bahwa seluruh desa dan kelurahan harus bebas BABS tahun 2018," tutupnya.

Tags