Jumat, 12 Januari 2018 23:12 WITA

Ingat Tewasnya Zainal Saat Menghindari Operasi Zebra? Begini Lanjutannya

Penulis: Syukur
Editor: Almaliki
Ingat Tewasnya Zainal Saat Menghindari Operasi Zebra? Begini Lanjutannya
Saat jenazah Zainal ditandu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kasus meninggalnya Zainal Abidin (19), warga Kecamatan Ujungloe yang meninggal dunia setelah terkena sesuatu saat operasi Zebra di Kabupaten Bulukumba, telah selesai.

Dalam kejadian tersebut, seorang oknum anggota Polantas Polres Bulukumba, Bripka Anwar, ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah sidang disiplin disaksikan keluarganya. Demosi, tunda pangkat, tunda kenaikan gaji," ungkap Kapolres Bulukumba, AKBP Anggi Naulivar Siregar, Jumat (12/1/2018) kepada Rakyatku.com.

Meski oknum polisi tersebut telah dijatuhi sanksi disiplin, hanya saja oknum polisi tersebut bebas dari sanksi pidana. Anggi beralasan, sanksi pidana terhadap oknum polisi tersebut, tidak dilakukan lantaran pihak keluarga telah memaafkan tindakan pelaku.

"Pidana tidak diproses, karena keluarga sudah menerima keadaan," tambahnya.

Anggi juga menyebut, pasca kejadian tersebut, hubungan antara Polres Bulukumba dengan pihak keluarga tetap terjalin baik karena keluarga telah memaafkan.

Sebelum meninggal, Zainal dan Agus hendak menonton balapan di Bulukumba, dengan menggunakan motor. Saat itu, hanya Agus yang menggunakan helm.

Ketika berada di Jl. Poros Kalumeme Ujung Bulu, sedang berlangsung Operasi Zebra. Agus yang mengemudikan motor, langsung memutar arah kendaraan dan sempat diadang oleh beberapa orang Polantas.

Agus melajukan kendaraannya, dan berhasil melawati dua anggota lantas yang berusaha memberhentikannya. Kurang lebih 300 meter dari lokasi operasi yakni di dekat Jembatan Kalumeme, masih ada seorang anggota Lantas yang berusaha memberhentikannya dengan mengacungkan sesuatu benda yang diduga handy talky (HT) yang dikiranya pistol.

Saat itu, Zainal diduga tidak menunduk, sehingga kepalanya, bagian pelipis, terkena benda yang dipegang oleh anggota lantas. Setelah kejadian tersebut, Zainal tiba-tiba muntah darah dan pingsan, sehingga dirujuk ke puskesmas dan diteruskan ke RS Faisal Makassar. Setelahnya, ia akhirnya meninggal.