Jumat, 12 Januari 2018 11:51 WITA

Fakta tentang Yakuza, Geng Kriminal Menakutkan di Dunia

Editor: Fathul Khair Akmal
Fakta tentang Yakuza, Geng Kriminal Menakutkan di Dunia
Anggota Yakuza (Foto: amazonaws.com)

RAKYATKU.COM - Tiap-tiap wilayah biasanya punya cerita gangster atau kultur premannya masing-masing. Salah satu yang paling terkenal di dunia adalah Yakuza dari Jepang. 

Saking legendarisnya, kisah kehidupan Yakuza telah berkali-kali diangkat sebagai cerita komik, film, dan video game. Meski sering dengar namanya, banyak yang belum tahu bagaimana kehidupan Yakuza yang sebenarnya. Masalahnya geng ini memang tertutup dan sangat misterius.

Jelas bukan seperti preman pasar biasa, Yakuza punya sejarah yang sangat panjang di Jepang. Anggota-anggota Yakuza bisa dikenali dari tato yang hampir menutupi hampir seluruh badannya. 

Tapi kalau tato-tato itu tertutup dengan baju panjang, kamu bakal susah deh bedain anggota Yakuza dari warga Jepang biasa. Berikut ini fakta-fakta tentang Yakuza, dikutip dari Hipwee:

1. Bukan cuma yang paling terkenal, Yakuza adalah sindikat atau geng kriminal paling besar di dunia. Jumlah anggotanya mencapai lebih dari 100 ribu orang

Yakuza juga sampai berkembang pesat di luar negeri lho. Yakuza punya markas kuat di Hawai dan wilayah lain di Amerika Serikat. Kabarnya anggotanya pun tersebar sampai Indonesia.

2. Lagi-lagi bukan hanya yang paling besar, Yakuza juga termasuk geng kejahatan paling kaya di dunia. Penghasilannya sampai 2x lebih besar dari bos kartel obat di Meksiko

3. Mengontrol lebih dari 25 ribu perusahaan di Jepang dan luar negeri, kebanyakan usaha Yakuza legal lho. Makanya kelompok ini susah ditangkap hanya karena operasinya sehari-hari

4. Industri porno dan hiburan dewasa Jepang yang tersohor di dunia itu, juga dimotori oleh sindikat Yakuza. Ya jelas aja sih bisa kaya raya

Pengaruh Yakuza tumbuh jadi sangat besar di Jepang, pada era Perang Dunia II. Ketika semua kebutuhan dasar jadi langka karena perang, pasar gelap Yakuza jadi penyedia utama

5. Saking makmurnya, semakin banyak orang yang akhirnya bergabung dengan Yakuza. Tapi sejarahnya, Yakuza beranggotakan ‘orang-orang yang terbuang’

6. Namanya pun melambangkan akar sejarah orang-orang terbuang itu. Yakuza merupakan semacam plesetan untuk istilah ‘good for nothing‘ : orang yang tidak ada gunanya

7. Sebagai bentuk kesetiaan, tradisinya tiap anggota akan memenuhi badannya dengan tato. Hanya segaris bidang di perut yang akan dibiarkan kosong

8. Tak cukup hanya anggotanya sendiri yang menunjukkan kesetiannya pada sindikat. Sampai istri-istri anggota, badannya juga banyak yang ikut ditato supaya dianggap setia

9. Bukan cuma ditato, anggota Yakuza bahkan sampai rela memberikan jarinya sebagai ‘permintaan maaf’ jika melakukan kesalahan

Jari yang ‘diberikan’-pun ada aturannya tersendiri. Tiap satu kesalahan, ruas-ruas jari akan dipotong dari jari kelingking tangan kanan. Jika jari kelingking kanan sudah habis, maka akan dilanjutkan ke kelingking kiri dan seterusnya. 

Ritual ini ada alasannya lho. Pada zaman samurai dulu, jari kelingking sangat penting untuk memegang pedang. Jika jari kelingkingnya jadi pendek atau hilang, otomatis orang itu tidak bisa lagi memegang pedang dengan benar sehingga jauh lebih bergantung pada perlindungan anggota lain. 

Istilahnya, jadi lebih tergantung gitu sama organisasi. Kalau sekarang sih masih dilakukan, tapi hanya sebatas karena tradisi.

10. Meskipun penjahat, anggota Yakuza memang tidak bisa berlaku sembarangan. Ada banyak kode etik yang harus dipatuhi

11. Bahkan tindakannya pun tidak selalu buruk lho. Yakuza seringkali memegang peranan penting dalam membantu penanganan korban bencana alam besar di Jepang

12. Kesuksesan Olimpiade 2020 Tokyo juga katanya berada di ‘tangan’ Yakuza. Sindikat ini menguasai industri konstruksi di Jepang yang bertanggung jawab bangun infrastruktur

13. Pengaruhnya di politik juga besar sekali. Meski jelas tidak terang-terangan, Yakuza selalu mendukung kelompok nasionalis kanan di Jepang

14 Meski sangat besar, kaya raya, dan berpengaruh, Yakuza dilemahkan sendiri oleh perselisihan internal yang terjadi antar anggotanya. Perseteruan antar wilayah Yakuza makin beringas saja

Menarik lika-liku sindikat kejahatan terbesar di dunia ini. Yang lebih unik lagi bagaimana Yakuza masih bisa bertahan dan seakan-akan ‘menempatkan diri’ dalam kehidupan masyarakat modern Jepang. 

Tidak bersembunyi atau terselubung seperti banyak organisasi kriminal yang lain, Yakuza nyatanya sekarang justru lebih terang-terangan. Jelas mereka masih ditakuti dan dibenci, tapi Yakuza juga tampaknya tak segan-segan membantu negara atau lingkungannya jika dibutuhkan.

Tags