Jumat, 12 Januari 2018 09:37 WITA

Video Dekan Tampar Mahasiswi yang Berdemo Jadi Viral

Editor: Fathul Khair Akmal
Video Dekan Tampar Mahasiswi yang Berdemo Jadi Viral

RAKYATKU.COM - Sebuah video pemukulan yang dilakukan seorang dekan terhadap mahasiswi di sebuah universitas khusus perempuan ternama di Sudan, viral di media sosial pada, Kamis (11/1/2018).

Dekan yang diketahui bernama Qassim Badri, dari Ahfad University for Women di Khartoum, tampak berjalan ke kerumunan mahasiswi di kampus dan menampar satu orang dan memukulinya berulang kali.

Insiden tersebut terjadai pada, Rabu (10/1/2018), saat para mahasiswi berdemontrasi menentang tingginya harga makanan yang dijual di sebuah kafetaria di kampus tersebut.

Video itu lantas menjadi viral setelah para mahasiswi dan aktivis mengunggahnya di jejaring media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta memicu ledakan amarah terhadap sikap Badri.

"Qassim Badri harus meminta maaf dalam sebuah konferensi pers dan mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi," tulis aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Amal Habbani, di halaman Facebook-nya.

"Kampanye ini juga merupakan upaya untuk menciptakan tentang kekerasan terhadap perempuan," tambahnya.

Badri diketahui berasal dari keluarga terkemuka yang dikenal karena merintis pendidikan untuk perempuan di Sudan, seperti dilansir suara.com.

Keluarga Badri mendapat apresiasi tak hanya di Sudan, tapi juga luar negeri, karena memulai pendirian sekolah swasta pertama khusus perempuan di negara tersebut sebelum mendirikan Ahfad University for Women.

"Video tersebut hanya menceritakan satu sisi dari cerita tersebut," ujar anggota keluarga Badri, Balkis Badri, seorang profesor di universitas tersebut, kepada AFP, dikutip dari News 24, Jumat (12/1/2018).

Balkis menerangkan, insiden itu terjadi ketika dekan tersebut mendekati mahasiswi untuk berbicara dengan mereka karena beberapa demonstran menyerukan agar bangunan kampus dibakar.

"Dia mencoba menenangkan mereka saat seorang mahasiswi yang memegang batu ditangannya menendang dia," ujar Balkis.

"Dia kemudian meminta maaf kepada mahasiswi itu (yang ditamparnya). Bahkan, mencium kepalanya, tapi tidak ada video itu (yang diunggah)," Balkis menambahkan.