Jumat, 12 Januari 2018 08:53 WITA

KPK Temukan Bukti Percakapan Fredrich dengan Dokter Novanto

Editor: Fathul Khair Akmal
KPK Temukan Bukti Percakapan Fredrich dengan Dokter Novanto
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi

RAKYATKU.COM - KPK ikut mengamankan benda elektronik di kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Benda elektronik itu, diduga terkait dengan perkara Obstruction Of Justice yang dilakukan bersama-sama oleh Fredrich dengan dokter Bimanesh yang bertugas di RS Medika Permata Hijau. 

"Penyidik telah mendapatkan beberapa barang bukti berkaitan dengan percakapan FY dengan BHS. Barang bukti tersebut antara lain adalah HP dan juga CD,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (11/1/2018).

Menurut Febri, penggeledahan ini telah dimulai sejak Pukul 10.00 WIB dengan membagi dua tim satuan tugas (satgas) yang disebar di dua lokasi. Dua tempat tersebut adalah kantor Fredrich Yunadi di kawasan Gandaria City dan apartemen Botanica Tower Simprug, Kebayoran Lama milik dokter Bimanesh Sutarjo.

"Sementara untuk tim lainnya di apartemen BHS menemukan Laptop dan stampel pembuatan visum. Kedua tim ini telah bergerak melakukan penggeledahan sejak Pukul 10.00 WIB,” kata Febri. 

Selain melakukan penggeledahan hari ini juga KPK telah memeriksa satu orang saksi yakni dokter Michael Tjia Cahaya yang bertugas sebagai dokter jaga di RS Mitra Permata Hijau.  

"Selain penggeledahan kami juga sudah memanggil salah seorang petugas medis bernama Michael. Dugaan kami Michael adalah dokter jaga saat SN dilarikan di Rumah Sakit," ujar Febri.

Menurut Febri, dokter muda tersebut dipanggil penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Fredrich dan Bimanesh. “Untuk dua tersangka obstruction of Justice,” tuturnya.

KPK telah menetapkan pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka kasus menghalangi atau merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Kedua orang yang berprofesi sebagai pengacara dan dokter itu diduga berkomplot memanipulasi data medis saat menangani Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau setelah kecelakaan mobil pada 16 November 2017 lalu.

KPK juga memperoleh informasi valid, bahwa Fredrich sempat memesan atau mem-booking satu lantai rumah sakit tersebut untuk tempat perawatan Setya Novanto sebelum kliennya itu mengalami kecelakaan. Namun, saat itu hanya tiga ruang rawat VIP RS Medika Permata Hijau yang bisa digunakan oleh Novanto.