Kamis, 11 Januari 2018 21:44 WITA

ISIS Alami Kekalahan Dalam 'Kekhalifahan Virtual' di Dunia Maya 

Editor: Suriawati
ISIS Alami Kekalahan Dalam 'Kekhalifahan Virtual' di Dunia Maya 
INT

RAKYATKU.COM - Setelah mengalami kekalahan di Irak dan Suriah, kelompok Negara Islam (ISIS) tampaknya juga melihat kemunduran besar dalam "kekhalifahan virtual," di dunia maya.

Kekhalifaat Virtual dibentuk pada tahun 2015, di mana para anggota ISIS membanjiri web dengan propaganda apik yang menyatukan pejuang mereka.

Namun hari ini, karena semakin banyak pemimpin utama IS meninggal atau berada dalam pelarian, maka sistem yang dibentuk online kini tidak bisa lagi dijalankan. Pusat media mereka hancur, dan para propagandis terkendala dengan koneksi internet, serta menghadapi pengawasan dari badan intelijen internasional.

Charlie Winter, seorang peneliti di King's College London yang telah mempelajari komunikasi IS selama bertahun-tahun, menggambarkan kondisi ISIS layaknya "seseorang yang menekan tombol bisu."
 
Antara 8 hingga 9 November, kelompok tersebut dilaporkan benar-benar bungkam selama 24 jam penuh di dunia maya. Winter mengatakan bahwa itu "belum pernah terjadi sebelumnya" dari media sosial.

Menurut Winter, pada tahun 2015, propagandis ISIS menghasilkan konten dari 38 kantor media yang berbeda dari Afrika Barat sampai Afghanistan. Tapi pada bulan Desember 2017, lebih dari tiga perempat dari gerai ini "hampir dibungkam total."

Albert Ford, seorang peneliti di AS think-tank New America yang telah mempelajari eksodus pejuang asing untuk bergabung dengan ISIS, juga mengatakan bahwa sosial media kelompok tersebut telah "jatuh jauh".

Tags