Rabu, 10 Januari 2018 11:38 WITA

'Lucunya' Penetapan Tersangka Kasus UMKM dan Pohon Ketapang

Editor: Adil Patawai Anar
'Lucunya' Penetapan Tersangka Kasus UMKM dan Pohon Ketapang

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Subdit 3 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel resmi menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pohon ketapang dan kasus dugaan korupsi UMKM Pemkot Makassar.

Pengamat Hukum Makassar, Zulkifli Hasanuddin menilai, penetapan tersangka tersebut terkesan lucu. Mengingat yang menjadi pertanyaan apa dasar penetapan tersebut. Bahkan penetapan tersangka itu, lanjutnya terkesan dipaksakan oleh penyidik Polda Sulsel.

"Penetapan tersangka ini terkesan dipaksakan," ungkap Zulkifli Hasanuddin, Rabu 10/1/2018.

Zulkifli menjelaskan, dalam penetapan tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) penyidik wajib mengantongi bukti kerugian negara. Hal ini berbeda dengan kasus UMKM dan pengadaan pohon ketapang dimana kerugian negara masih sementara diaudit.

"Dalam penetapan seseorang menjadi tersangka tindak pidana korupsi penyidik harus menemukan bukti adanya kerugian negara yang nyata bukan lagi adanya potensi kerugian negara," tambahnya.

Zulkifli menyebutkan, tanpa adanya audit kerugian negara, penetapan tersangka oleh penyidik akan dengan mudah dipatahkan si tersangka. Dimana menuuit Zulkifli yang berhak melakukan audit kerugian negara adalah BPK.

"Apabila tidak ada kerugian nyata maka sangat mudah dipatahkan dalam persidangan praperadilan. Kemudian hakim praperadilan harus pula tunduk pada SEMA No.4 tahun 2016 dimana disebutkan yang berhak menyatakan adanya kerugian negara adalah BPK berdasarkan hasil audit nya," tambahnya.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondany mengatakan  penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara. Dalam dua kasus berbeda tersebut 4 nama tersangka kasus pengadaan ketapang dan 2 nama tersangka kasus UMKM. Hanya saja dalam dua kasus tersebut nama Gani Sirman ditetapkan tersangka dalam dua kasus.

Adapun nama tersangka pengadaan pohon ketapang kencana diantaranya H.Abd. Gani Sirman mantan Plt kadis DLH Makassar, Ir.Budi Susilo PNS, Ir. Buyung Haris honorer pemkot Makassar, Drs.Abu Bakar Muhajji pensiunan PNS.

Sementara itu dari kasus UMKM, tim penyidik menetapkan 2 tersangka. Dimana Gani Sirman juga ditetapkan saat menjabat kepala dinas Koperasi UKM Makassar tahun 2016, dan PPTK/Kepala bidang UKM dinas Koperasi UKM Makassar tahun 2016 Dr M Enra Efni.

"Dalam kasus UMKM 2 tersangkanya," tambahnya. 

Dicky juga menyebut penetapan tersangka tersebut sesuai dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi. Sementara untuk kerugian negara masih sementara dilakukan audit, meski demikian Dicky menyebut kuat dugaan adanya kerugian negara.

"Penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi. kerugian negara masih sementara diaudit tapi ada indikasi," tambahnya.