Selasa, 09 Januari 2018 18:57 WITA

Awal Tahun, Bosowa Semen Cari Murid Maros Untuk Program Beasiswa

Editor: Adil Patawai Anar
Awal Tahun, Bosowa Semen Cari Murid Maros Untuk Program Beasiswa

RAKYATKU.COM, MAROS – Diawal tahun, manajemen Bosowa Semen menggelar seleksi penerimaan beasiswa tingkat SD. Seleksi digelar di dua desa di Kecamatan Bantimurung, Desa Baruga dan Tukamasea. Di Desa Baruga, sebanyak 72 murid mengikuti seleksi yang dipusatkan di SD 191 Inpres Batunapara, Selasa (9/1/2017).

Tim Pengelola Kegiatan Sosial (TPKS) Desa Baruga, Zaenal mengatakan, seleksi ini hanya diikuti murid berprestasi yang memiliki peringkat dua hingga enam di setiap kelasnya. Sehingga timnya telah menyeleksi 72 orang yang lolos persyaratan tersebut.

Di waktu yang sama, juga telah digelar seleksi di desa Tukamasea. Tepatnya di SD 106 Inpres Manarang. TPKS Tukamasea, Syarif mengatakan sebanyak 141 murid mengikuti seleksi. Jumlah tersebut didatangkan dari tujuh sekolah di Tukamasea yang telah lulus persyaratan.

Community Development Bosowa Semen, Nur Alang mengatakan bantuan beasiswa ini secara rutin digelar manajemen yang dikhususkan untuk warga ring satu pabrik. Kontribusi Bosowa Semen dalam membangun negeri tidak hanya dari sisi infrastruktur tapi juga membangun sumber daya manusia. Inilah wujud nyata tanggung jawab sosial Bosowa kepada masyarakat, khususnya di Sulsel. 

“Bantuan ini semata mata sebagai tanggung jawab sosial perusahaan untuk warga ring satu. Agar murid-murid ini lebih giat belajar dan ada motivasi mereka untuk menyelesaikan pendidikan. Beasiswa berprestasi ini akan kami lanjutkan setiap tahun, meski nilainya tidak terlalu tinggi semoga dapat bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Di tahun 2017 lalu, manajemen Bosowa Semen menyeleksi murid berprestasi dari rangking 1-5 dari tujuh SD di Desa Tukamasea. Dari hasil seleksi tersebut, 22 murid pun berhak membawa pulang beasiswa berupa uang tunai.

Bosowa Semen sendiri memproduksi semen dengan kapasitas terpasang, di Maros (2 Line) sebesar 4,2 juta ton, di  Batam sebesar 1,2 juta ton dan di Banyuwangi sebesar 1,8 juta ton. Adapun fasilitas packing plant, di Balikpapan dengan kapasitas 5 ribu ton, di Samarinda kapasitas 5 ribu ton, di Lembar (Lombok-NTB) kapasitas 10 ribu ton dan di Sulawesi Tenggara kapasitas 5 ribu ton.