Selasa, 09 Januari 2018 09:41 WITA

OPINI

Iklan Politik di Media Massa

Editor: Almaliki
Iklan Politik di Media Massa
Qudratullah Rustam

Oleh: Qudratullah Rustam S.Sos., M.Sos. (Alumni Pacsasarjana UIN Alauddin Makassar)

Politik, suatu kegiatan yang ada dalam sistem sebuah hal yang berkaitan pada suatu proses, menuju tujuan tertentu. Politik sangatlah erat terhadap upaya perilaku seseorang untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.

Beberapa pengertian politik juga dikemukakan oleh para ahli. Di antaranya Plato dan Aristoteles, yang mengemukakan politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat politik yang terbaik di dalam politik, manusia akan hidup bahagia karena memiliki peluang untuk mengembangkan bakat hidup dengan rasa kemasyarakatan yang akrab, dan hidup dalam suasana moralitas.

Sedangkan politik Indonesia, Prof. Miriam Budiardjo, mengungkapkan pengertian politik merupakan bermacam-macam kegiatan yang menyangkut penentuan tujuan-tujuan dan pelaksanaan tujuan itu. Menurutnya, politik membuat konsep-konsep pokok tentang negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decision marking), kebijaksanaan (policy of beleid), dan pembagian (distribution), atau alokasi (allocation).

Dalam politik, ada beberapa hal yang banyak mengikuti arus perkembangan zaman. Salah satunya adalah iklan politik. Iklan politik menjadi salah satu bagian politik yang sangat penting dalam menjalankan tujuan dari politik.

Kekuatan iklan politik sangat diperhitungkan oleh para aktor politik yang ingin mencapai tujuan dalam ranah politik. Dalam buku An Introduction to Political Communication, karya Brian McNair, dijelaskan bahwa ada dua tingkatan kekuatan iklan politik.

Iklan politik menyebarluaskan informasi tentang program seorang kandidat (pelaku politik) atau partai politik secara rinci, yang nyaris tidak dapat dilakukan oleh wartawan. Iklan tidak sekadar dirancang dan disebarluaskan begitu saja, tetapi juga menyimpan tujuan, agar penerima atau penikmat iklan mampu terpengaruh oleh iklan yang ditawarkan.

Melalui iklan, semua kehendak dapat dilakukan oleh para pelaku politik. Di antaranya dengan menampilkan kelebihan diri sendiri sebagai suatu citra yang positif, agar dapat dipertimbangkan oleh masyarakat.

Di sisi lain, ia juga mampu menggambarkan kelemahan kandidat lain, meski tanpa cara yang gamblang. Perlu diketahui, iklan politik di media massa memang cukup mahal. Seperti iklan pada media cetak yang mematok harga sesuai ukuran, warna, dan halaman keberapa.

Begitu pula di televisi yang juga dipatok sesuai durasi dan waktu tayang iklan tersebut. Mungkin saja iklan akan lebih murah di radio dan media online, dibanding televisi dan media cetak.

Tentu saja mahalnya iklan di media massa sebanding dengan apa yang diperoleh ketika iklan tampil di media massa. Seringnya muncul iklan, akan lebih mudah mempersuasi masyarakat. Terutama televisi, salah satu media yang cukup banyak memberikan dampak persuasi atau pengaruh terhadap khalayaknya.

Iklan televisi cukup berpotensi memberikan pengaruh besar terhadap perubahan perilaku masyarakat, tidak terkecuali iklan politik yang banyak memberikan pengaruh pendirian atau pilihan masyarakat.

Tentu saja iklan perlu mengeluarkan strategi untuk membujuk masyarakat. Itulah mengapa perlu perencanaan dan eksekusi yang matang, dalam membuat dan menyebarluaskan iklan politik. Selain itu, melalui iklan politik, akan lebih mudah mengangkat isu sesuai dengan perspektif yang dimilikinya.

Terlepas dari media massa seperti televisi, radio, media cetak dan online, saat ini media sosial juga dapat dijadikan sebagai wadah untuk menyampaikan iklan politik. Dengan media sosial, iklan politik dapat dikendalikan sendiri oleh kandidat politik atau partai politik, bukan orang-orang media massa.

Keberadaan Facebook dan Instagram menjadi bukti bahwa iklan politik kini telah berkembang pesat. Fitur iklan yang ditawarkan media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerbeg yakni Facebook, dan Kevin Systrom yakni pendiri Instagram, kini lebih mempermudah para politisi dalam mempromosikan diri dan partainya kepada warganet.

Seperti diketahui, saat ini pengguna media sosial Facebook 115 juta pengguna dan Instagram sebanyak 45 juta pengguna. Biaya memasang iklan pada kedua media sosial tersebut. secara bersamaan juga cukup relatif murah.

Per harinya, iklan yang akan terpasang sekaligus di Facebook dan Instagram hanya dibayar sekitar USD $1 hingga USD $5 per harinya. Politisi juga dapat menentukan target menerima iklan sesuai usia, jenis kelamin, dan lokasi. Jangka waktu iklan pun dapat dipasang per hari, per minggu, per bulan hingga per tahun.

Beberapa politisi sudah banyak melakukan iklan di media sosial tersebut. Tidak dapat dimungkiri bahwa saat ini pemilih pemula juga berada pada tataran media sosial. oleh karena itu, tidak ada salahnya ketika politisi juga melek terhadap media sosial. Bahkan bisa saja politisi menggunakan jasa seseorang yang dipercayakan untuk mengelola media sosial dan iklan, sebagai bentuk keseriusan dalam memperoleh citra yang baik, mempersuasi, dan mengubah perilaku masyarakat, hingga pada akhirnya politisi akan mencapai tujuan yang telah ditargetkannya dalam ranah politik.

Tags