Senin, 08 Januari 2018 12:50 WITA

Ini 4 Fakta Menarik Penerimaan Migas Bagian Pemerintah

Editor: Andi Chaerul Fadli
Ini 4 Fakta Menarik Penerimaan Migas Bagian Pemerintah
(KemenESDM)

RAKYATKU.COM - Pendapatan hulu migas nasional kembali membaik. Hingga akhir tahun 2017, penerimaan migas bagian Pemerintah tercatat sebesar US$ 13,1 miliar. 

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Agung Pribadi mengatakan, ada empat fakta menarik dari penerimaan itu.

Pertama, penerimaan migas bagian Pemerintah sebesar US$ 13,1 miliar tahun 2017, lebih besar dari cost recovery pada tahun yang sama sebesar US$ 11,3 miliar. "Ini pertama kali terjadi sejak 3 tahun terakhir. Tahun 2015 dan 2016, penerimaan Pemerintah selalu lebih kecil dari cost recovery," kata Agung, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Senin (8/1/2018).

Kedua, penerimaan migas Pemerintah tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yang hanya membukukan nilai sebesar US$9,9 miliar. "Artinya, naik US$ 3,2 miliar dibanding tahun 2016," ungkap Agung Pribadi.

Berikutnya terkait cost recovery migas yang merupakan faktor yang mempengaruhi penerimaan migas Pemerintah.

"Poin ketiga, cost recovery tahun 2017 sebesar US$ 11,3 miliar, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar US$ 11,5 miliar. Saya kira ini adalah buah dari efisiensi yang terus didorong oleh Menteri ESDM dan Wamen ESDM selama lebih dari setahun terakhir ini," jelas Agung.

Yang terakhir, apabila penerimaan migas dilihat dari unsur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) saja, maka besarannya melebihi target dalam APBN-P 2017.

"Poin keempat, PNBP migas tahun 2017 lebih besar dari target APBN-P 2017. PNBP migas tercatat sebesar Rp. 85,6 triliun atau 112% dari target APBN-P 2017 sebesar Rp. 76,7 triliun,"tambah Agung.

Selain itu, Agung juga menambahkan bahwa lelang blok migas dengan skema gross split tahun 2017, akhirnya ditutup menggembirakan. 

"Lima blok migas diminati oleh 7 kontraktor. Dari 5 blok tersebut, ada satu blok migas yang diminati oleh 3 kontraktor, yaitu Andaman II. Upaya Pemerintah mendorong efisiensi melalui kontrak migas gross split mulai membuahkan hasil," kata Agung.