Kamis, 04 Januari 2018 16:38 WITA

Petani di Parepare Kekurangan Pupuk Bersubsidi

Penulis: Hasrul Nawir
Editor: Fathul Khair Akmal
Petani di Parepare Kekurangan Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi

RAKYATKU. COM, PAREPARE - Persediaan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska yang digunakan untuk tanaman padi di Kota Parepare kosong. Akibatnya, para petani khusunya di kecamatan Bacukiki meradang dan terancam merugi akibat terlambatnya tanaman padi di sawah mereka mendapatkan pupuk. 

Salah seorang petani di Parepare, La Mamming mengaku hanya bisa pasrah karena hal tersebut. Pupuk bersubsidi kata dia, sudah susah didapatkan sejak pertengahan Desember 2017 lalu. 

"Tanaman padi kita sudah mulai layu, kalau kondisinya seperti ini, padi kita bisa saja mati, kita gagal panen, kalau lama-lama tidak ada pupuk. Karena ini sudah waktunya padi dipupuk, tetapi pupuknya tidak ada, ya kita pasrah saja, sambil tunggu adanya pupuk," keluh La Mamming, Kamis (4/1/2018). 

Dia berharap, agar pemerintah dapat memberikan perhatian besar terhadap petani, khususnya persedian pupuk yang bersubsidi.

"Kita ini-kan petani butuh dana selama musim tanam, jadi kalau ada pupuk bersubsidi, kan bisa hemat dana," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Parepare Hj Rostina, mengaku jika persedian pupuk bersubsidi bukan lagi menjadi tanggunjawabnya untuk melakukan persediaan.

Menurutnya, untuk persedian pupuk itu merupakan wewenang Penyulu Pengawas Lapangan (PPL) Pertanian dan disediakan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA).

"Kalau persedian pupuk itu, bukan tanggungjawab Dinas. Itu PPL-nya atau KTNA," sebutnya.  

Loading...

Ketua KTNA Parepare, H Badaring yang ditemui di kediamannya mengaku, pengadaan pupuk yang dilakukan itu terlambat, sehingga persedian pupuk untuk 2018 ini belum ada.

"Memegang terlambat pengadaannya. Jadi untuk 2018 belum ada pupuk," akunya.

Dia mengatakan, dua jenis pupuk yang paling banyak digunakan oleh petani yakni Urea dan Phonska, pupuk itu bersubsidi.

"Setiap tahunnya Parepare dapat jatah, sesuai dengan jumlah permintaan dan kebutuhan petani," katanya.

Dia menyebutkan, jumlah pupuk yang salurkan untuk tahun 2017 lalu sebanyak 300 ton untuk Urea dan MPK (Phonska dan sejenisnya) sebanyak 200 ton.

Sementara pupuk jenis Za dan SP36 tidak terlalu banyak peminatnya, sehingga persediannya juga terbatas, karena yang menggunakan pupuk jenis ini sebagian besar dari petani kebun.

"Mudah-mudahan bulan ini pupuknya sudah ada, kita tunggu saja. Dan kami sampaikan kepada petani, untuk bersabar dulu menunggu sampai pupuk didistribusikan dari Makassar," katanya.

Loading...
Loading...