Rabu, 03 Januari 2018 22:28 WITA

Polda Sulsel Disebut Lamban Ungkap Teror Bom Polsek Bontoala

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Polda Sulsel Disebut Lamban Ungkap Teror Bom Polsek Bontoala

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tiga hari sudah kasus teror bom Mapolsek Bontoala berlalu. Polisi kini masih mengejar pelaku pelemparan yang terjadi pada Senin (1/1/2017) lalu.

Segala kekuatan dikerahkan oleh Polri. Pasca kejadian, personil dari Mabes Polri pun turun termasuk Densus 88 dilibatkan untuk mengungkap siapa yang menjadi pelaku‎ teror tersebut. 

Namun sejak tiga hari pasca kejadian, polisi belum juga berhasil menemukan pelaku seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. Meski demikian, pihaknya menyebut tidak ada batasan waktu untuk mencari pelaku.

"Masalah teror belum ada yang ditangkap. Tidak ada batas waktu," ungkap Dicky, Rabu (3/1/2018) malam.

Atas teror tersebut, Pengamat Hukum Makassar, Zulkifli Hasanuddin menyebut kepolisian kecolongan dalam menjaga malam pergantian tahu baru. Menurutnya, dengan jumlah personil keamanan yang mencapai 18.000 personil pengamanan malam tahun baru, seyogyanya bahaya dapat dideteksi dini.

"‎Polisi kecolongan dengan adanya kasus bom tersebut, seyogyanya harus waspada sejak awal dideteksi‎. ini menjadi ujian berat bagi Polda Sulsel untuk segera menemukan pelakunya," ungkap Zulkifli.

Polda Sulsel Disebut Lamban Ungkap Teror Bom Polsek Bontoala

Zulkifli menyebut ancaman bom merupakan ancaman yang serius dan tidak bisa disepelekan. Dengan demikian, untuk menhilangkan keresahan publik terkait teror bom, Polda Sulsel diharapkan segera menangkap pelaku teror tersebut. 

Dengan tenggang waktu tiga hari tanpa menemukan pelaku, Zulkifli menilia Polda Sulsel lamban dalam mengungkap teror bom tersebut. "Supaya publik tidak resah dengan isu bom.‎ Polda lamban menemukan pelaku dan ini bisa disebut kerja tidak maksimal. Ini sangat disesalkan," jelasnya.

Polda Sulsel Disebut Lamban Ungkap Teror Bom Polsek Bontoala

Sementara itu, pakar Hukum Universitas Bosowa, Prof Marwan Mas mengatakan, teror bom yang terjadi usai malam tahun baru memang memprihatinkan. Dimana pada awal perayaan malam tahun baru semuanya berlangsung cukup aman dan kondusif.

"Tapi jelang subuh terjadi peledakan bom di kantor Polsek Bontoala. Apalagi sudah beberapa hari pelakunya belum ditangkap. Apakah ini jaringan teroris atau hanya anak nakal yang tidak suka atau sakit sama polisi seperti diberitakan, tentu perlu dibuktikan," ungkap Marwan.

Marwan menyebut, hal ini bisa sebagai momentum untuk memulai aksi teror berikutnya jika pelakunya tidak segera ditangkap untuk mengetahui motifnya. Jika pun pelakunya bagian dari jaringan teroris, lanjut Marwan, tidak bisa dikaitkan dengan tahun politik dan pelaksanaan pilkada, urusan dengan pesta politik. 

"Dugaan saya ini bagian dari teroris yang kemungkinan masih pemula, yang belakangan ini mengarahkan aksinya pada polisi karena mereka menganggap polisi yang menghalangi maksudnya melakukan jihad. Apalagi disinyalir banyak warga negara yang ke Suriah membantu perjuangan ISIS sudah kembali ke Indonesia," tambahnya.

Tags