Kamis, 28 Desember 2017 12:16 WITA

Warga Perumnas Antang Belum Beraktivitas Usai Banjir Surut

Editor: Almaliki
Warga Perumnas Antang Belum Beraktivitas Usai Banjir Surut

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Beberapa warga yang tinggal di Blok 10 Perumnas Antang Kelurahan Manggala Kecamatan Manggala, masih belum bisa beraktivitas normal usai banjir di sekitar daerah tersebut surut. 

Hal ini dikarenakan beberapa warga masih sibuk membersihkan rumah mereka. Seringnya muncul genangan air dari lantai ditambah lumpur yan begitu banyak berserakan, menjadi faktor lambatnya pembersihan tersebut dilakukan. Salah satu warga yang terkena dampak ini, ialah Sri Bejawati Nur. 

"Sejak hari Senin saya tinggalkan masjid untuk bersihkan rumah. Tapi sampai hari ini, masih saya bersihkan karena banyak lumpurnya. Anak-anak saya masih tinggal di masjid, karena takut kalau ada banjir susulan pas tahun baru nanti," kata Sri saat diwawancara Rakyatku.Com, Kamis (28/12/2017).

Senada dengan Sri, Maimunah warga blok 10, juga belum bisa beraktivitas normal. Sampai saat ini, ia masih membersihkan rumahnya. Ia mengakui akibat banjir ini, ia mengalami kerugian.

Sejumlah perabotan rumah tangganya seperti mesin cuci dan kulkas, rusak akibat banjir yang terlalu tinggi. Selain itu, Maimunah yang sehari-hari bekerja sebagai guru di salah satu SMA Makassar ini, mengaku ada beberapa surat-surat penting dan rapor siswanya yang hancur akibat banjir.

Warga Perumnas Antang Belum Beraktivitas Usai Banjir Surut

"Ada tiga kulkas dan satu mesin cuci. Beberapa SK penugasan saya dan rapor siswaku juga ikut terendam banjir," kata Maimunah kepada Rakyatku.Com, Kamis (28/12/2017).

Sementara seorang warga lainnya yang bernama Yusif, mengaku sudah hampir seminggu tidak bekerja. Ia mengatakan, hingga saat ini ia pulang-balik dari lokasi pengungsian dan rumahnya, hanya untuk membersihkan rumahnya. Tv-nya bahkan harus rusak akibat terendam air.

"Air masih sering muncul masih banyak juga lumpur. Jadi barang-barang yang ada di lantai dikasih di atas ranjang, sama lemari yang tinggi. Makanya kami masih tinggal di masjid. Nanti setelah hilang betul genangan, baru kami tinggal," pungkas Yusuf yang mengaku telah terserang kutu air akibat banjir di pemukimannya tersebut.