Rabu, 27 Desember 2017 20:06 WITA

Nurdin Halid Minta Jabatan Ketua Harian DPP Partai Golkar Dihapus

Penulis: Rizal
Editor: Mulyadi Abdillah
Nurdin Halid Minta Jabatan Ketua Harian DPP Partai Golkar Dihapus
Nurdin Halid/Foto: Dok Rakyatku

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid (NH) mengaku telah mengusulkan jabatannya dihapus dalam struktur kepengurusan Partai Golkar di bawah komando Airlangga Hartarto.

"Memang itu salah satu hal yang saya usulkan. Itu ide saya. Tapi ini belum final yah ini baru usulan," tuturnya saat ditemui Rakyatku.com seusai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (27/12/2017) sore.

Menurut NH, sangat dilematis bagi dirinya secara pribadi jika harus mengemban tiga amanah dan kesibukan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

"Ketua Umum (Airlangga) ingin mempertahankan saya sebagai ketua harian. Tetapi setelah saya mempertimbangkan, agak sulit saya untuk merangkap menjadi Ketua Golkar Sulsel, Calon Gubernur Sulsel, kemudian jadi Ketua Harian," urai politisi asal Sulsel ini. 

Sesuai dengan peraturan organisasi, papar NH, bahwa Ketua Harian adalah menjadi Ketua Bappilu dan Ketua Tim Pilkada Pusat. Target yang diberikan oleh partai kepada Tim Pilkada Pusat yakni memenangkan 60%, minimal 50% pilkada serentak 2018.

Nurdin Halid Minta Jabatan Ketua Harian DPP Partai Golkar Dihapus

Untuk itu, sangat mustahil bagi dirinya untuk membagi diri dengan mengemban tugas sebagai Ketua Harian DPP Partai Golkar, ketika disisi lain juga diminta untuk fokus membangun Sulsel.

"Tidak hanya untuk Golkar di Sulsel, tapi khususnya untuk memimpin Sulsel ini perlu fokus. Nah, saya adalah orang yang tidak biasa menerima tanggung jawab dengan setengah-setengah. Karena itulah sekarang ini saya pontang-panting bolak balik ke Jakarta karena tanggung jawab," tambahnya.

Loading...

Ke depan ditahun 2018, menurut NH, sudah masuk tahun politik dimana persiapan tidak hanya untuk Pilkada Serentak tapi juga persiapan untuk Pilpres dan Pileg. 

"Oleh karena itu, selaku Ketua Harian DPP tentu sangat berat. Makanya saya mengusulkan kepada Ketua Umum sekiranya memungkinkan dan tidak melanggar anggaran dasar, lebih baik dilakukan restrukturisasi dan reposisi jabatan Ketua Harian dihilangkan diganti dengan jabatan wakil ketua umum, sehingga berbagai sumber daya manusia bisa mengelola kegiatan partai," kata mantan Ketua Umum PSSI ini.

Nurdin Halid Minta Jabatan Ketua Harian DPP Partai Golkar Dihapus

Dengan demikian, menurut NH, partai tidak lagi banyak bergantung kepada Ketua Harian. 

"Saya merasakan sekali, sejak saya mencalonkan diri dan kemudian Ketua Golkar Sulsel merangkap Ketua Harian DPP Golkar itu luar biasa repotnya, itu baru saya katakan sekarang ini. Harus pontang-panting, dimana juga saya harus dituntut untuk kampanye dimana rata-rata daerah itu meminta saya untuk kampanye," tambahnya.

Jangankan kampanye, menurut NH, menghadiri prosesi deklarasi saja sangat sulit.

"Hanya ada dua deklarasi yang bisa saya hadiri kemarin, yaitu di Palembang kemudian di Sulawesi Tenggara. Dan hampir diseluruh Indonesia meminta Ketua Tim Pilkada Pusat atau Ketua Harian DPP datang deklarasi dan menyerahkan SK. Apalagi kalau musim kampanye nanti. Sesuatu yang mustahil bagi saya. Oleh karena itu, saya telah berbincang-bincang dengan Pak Yorrys (Yorrys Raweyai) bagaimana kalau jabatan Ketua Harian dihilangkan diganti dengan jabatan Wakil Ketua Umum seperti dulu," pungkasnya.

Loading...
Loading...