Selasa, 26 Desember 2017 12:24 WITA

Melihat Lebih Dekat Markas Geng 'Jepang', Penjarah Toko Pakaian

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Melihat Lebih Dekat Markas Geng 'Jepang', Penjarah Toko Pakaian

RAKYATKU.COM - Puluhan remaja anggota geng motor 'Jepang', yang merupakan tersangka pelaku penjarahan toko pakaian Fernando dibekuk di markas mereka, Jalan Pitara Raya.

Markas geng 'Jepang' ini terletak di kawasan permukiman padat di sisi jalan utama yang terletak di Jalan Pitara Raya, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Lokasi itu menjadi tempat pertama penangkapan 17 remaja tersangka pelaku penjarahan toko pakaian.

Rumah kontrakan yang berada di gang sempit kawasan itu, diketahui sebagai markas atau base camp kelompok geng motor yang aksi penjarahannya sempat viral di media sosial.

Rahmad, salah seorang warga yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan itu mengatakan, puluhan remaja yang diduga merupakan geng motor itu sudah hampir 3 bulan menghuni empat kamar kontrakan itu.

"Sudah lama, kira-kira 3 bulan yang lalu. Dari 5 kamar, mereka menyewa 4 kamar," kata Rahmad dilansir Kriminologi, Selasa (27/12/2017).

Bahkan, kata Rahmad, sebelum puluhan remaja tanggung menghuni lapak kontrakan itu, sudah ada beberapa dari orang yang usianya lebih tua telah menghuni lapak kontrakan itu. Dirinya menduga orang-orang itu juga merupakan anggota geng motor itu.

"Sebelumnya sudah ada orang mengontrak di situ kayanya anggota geng motor itu karena waktu ganti penghuni, orang yang sebelumnya mengontrak ada juga di situ," ujar Rahmad.

Loading...

Melihat Lebih Dekat Markas Geng 'Jepang', Penjarah Toko Pakaian

Seorang warga lainnya bernama Dadang mengatakan, sebelum puluhan remaja itu ditangkap, kondisi 4 lapak kontrak itu selalu ramai oleh aktivitas terutama pada malam hari. Namun, Rahmad mengaku tak mengetahui apa yang dilakukan para remaja itu.

"Kalau malam pasti ramai, kadang masuk 4 orang terus masuk lagi 3 orang. Keluarnya juga begitu gak pernah ramai-ramai masuk atau keluarnya," kata Dadang.

Selain itu, pada setiap harinya puluhan remaja itu juga selalu tertutup dengan warga sekitar. Mereka juga kerap menyebabkan keributan pada malam hari dengan berteriak-teriak.

"Mereka kalau lewat ya lewat saja kalau ditanya juga mereka gak jawab. Kalau malam selalu berisik mengganggu orang-orang," ucap Dadang.
 

Loading...
Loading...