Kamis, 21 Desember 2017 10:21 WITA

Opini

Pariwisata Menekan Angka Pengangguran

Editor: Almaliki
Pariwisata Menekan Angka Pengangguran
Aliem

Sektor pariwisata terbukti mumpuni dalam menyerap tenaga kerja. Berdasarkan data ketenagakerjaan BPS per Agustus 2017, pengangguran di Bali adalah yang terendah di Indonesia, yaitu hanya sebesar 1,48 persen.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bali Agustus 2017 mencapai 1,48 persen dan tercatat sebagai tingkat pengangguran terbuka terendah di Indonesia. Menyusul Yogyakarta di posisi kedua dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,02 persen dan Sulawesi Barat di posisi ketiga dengan TPT sebesar 3,21 persen.

Bali terkenal sebagai destinasi wisata di dunia. Bahkan, beberapa wisatawan mancanegara lebih mengenal nama Bali dibandingkan Indonesia. Mulai dari rakyat biasa hingga pejabat tinggi negara, dan kalangan artis papan atas dunia, tercatat pernah berkunjung dan menikmati liburan di daerah ini. Wisata pantai dan desa wisata dengan pemandangan alam yang indah nan eksotis memanjakan para pengunjungnya.

Tak hanya untuk berlibur, banyak orang tertarik mengais rezeki di Bali karena daya tarik pariwisatanya. Sektor pariwisata banyak menawarkan peluang usaha dan menyerap tenaga kerja, mulai dari tempat wisata, penginapan, hotel dan akomodasi, transportasi, restoran, warung makan dan lain sebagainya.

Dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) Agustus 2017 menunjukkan, bahwa sebesar 98,52 persen atau 2.398.307 orang bekerja di Bali. Sedangkan yang menganggur hanya sebanyak 36.143 orang (1,48 persen). Sebenarnya angka tingkat pengangguran ini menurun jika dibandingkan periode Agustus 2016 yang mencapai 1,89 persen.

Data SAKERNAS BPS periode Agustus 2017 juga menunjukkan lapangan pekerjaan yang diminati oleh para pekerja di Bali. Dari data tersebut, dapat diketahui bahwa sebanyak 31,69 persen atau 760.093 orang bekerja di sektor perdagangan, rumah makan, dan akomodasi.

Angka itu merupakan yang tertinggi dibandingkan lapangan pekerjaan lainnya. Sektor pertanian berada di peringkat kedua dengan 19,44 persen. Menyusul jasa kemasyarakatan sebesar 18,53 persen.

Sulsel memiliki peluang dalam pengembangan dunia pariwisata. Beberapa destinasi Sulsel telah mendunia. Seperti negeri di atas awan Lolai, Tanjung Bira, dan Takabonerate Selayar. Selain itu, masih banyak lagi daerah yang belum maksimal digali potensi wisatanya. Seperti daerah Kabupaten Gowa yang mulai gencar dengan promosi beautiful malino beberapa saat yang lalu.

Jika Sulsel sukses dalam sektor pariwisata, bukan tidak mungkin hal ini bisa menaikkan taraf hidup masyarakat. Kedatangan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara dapat memacu perekonomian. Namun, pemerintah daerah harus lebih fokus lagi dalam pembangunan penunjang pariwisata, seperti akses jalan raya.

Konektivitas wilayah dapat memudahkan para pelancong yang ingin melepas penat dan tentu saja memberikan rasa nyaman di perjalanan. Pemerintah diharapkan mampu membangun sektor pariwisata di daerah yang memiliki potensi wisata. Destinasi wisata seperti Bali sudah terbukti mampu menyerap tenaga kerja lebih besar.

Hal ini perlu ditiru oleh daerah lain di Indonesia. Selain Bali, terdapat daerah pariwisata lainnya yang tingkat penganggurannya juga rendah. Seperti Yogyakarta yang tercatat memiliki tingkat pengangguran terendah kedua setelah Bali.

Tingkat pengangguran terbuka Yogyakarta hanya sebesar 3,02 persen. Jika Sulsel dapat membangun potensi wisatanya, bukan tidak mungkin pariwisata mampu menjadi sektor utama penggerak perekonomian. Tentunya menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar yang dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.

M. Aliem, Pegawai BPS Kabupaten Gowa

Tags