Rabu, 20 Desember 2017 13:28 WITA

Saudi Berhasil Cegat Rudal dari Pemberontak Yaman

Editor: Suriawati
Saudi Berhasil Cegat Rudal dari Pemberontak Yaman
Gerakan Houthi meluncurkan rudal Burkan H2 pada bulan Februari 2017 (Al Masirah)

RAKYATKU.COM - Koalisi pimpinan Saudi berhasil mencegat sebuah rudal di atas ibu kota Riyadh, pada hari Selasa (19/12/2017). Rudal tersebut diduga diluncurkan oleh pemberontak Houthi di Yaman.

Saksi mata mengatakan, mereka mendengar sebuah ledakan dan membagikan gambar yang menunjukkan segumpal asap di udara. Tidak ada laporan adanya kerusakan atau pun korban jiwa.

Menurut BBC, TV Al Masirah melaporkan bahwa rudal balistik Burkan H2 telah menargetkan sebuah pertemuan di Istana al-Yamama di ibukota Saudi.

Media yang dikelola Houthi itu mengutip Pasukan Rudal Houthi, bahwa peluncuran rudal Burkan H2 "merupakan tanggapan atas kejahatan keji yang dilakukan oleh agresi AS-Saudi terhadap rakyat Yaman."

"Rudal tersebut menargetkan pertemuan kepemimpinan rezim Saudi di Istana al-Yamama di Riyadh, di mana Putra Mahkota Mohammed bin Salman diperkirakan akan membahas anggaran tahunan kerajaan tersebut," demikian laporan Al Masirah, dikutip BBC.

Beberapa menit kemudian, televisi Al Ikhbariya yang dikelola negara Saudi melaporkan bahwa sebuah rudal telah dicegat di sebelah selatan ibukota.

Saudi Berhasil Cegat Rudal dari Pemberontak YamanJuru bicara koalisi, Kol Turki al-Maliki mengatakan bahwa rudal tersebut "diluncurkan tanpa pandang bulu ke arah Riyadh untuk menargetkan wilayah sipil dan penduduknya."

Melalui Kantor Berita Saudi (SPA) Maliki menuduh Iran terlibat dalam dalam serangan, dengan memasok rudal tersebut.

"Serangan tersebut membuktikan keterlibatan rezim Iran dalam mendukung kelompok bersenjata Houthi dengan kemampuan kualitatif dalam pelanggaran yang jelas dan terang-terangan terhadap dua resolusi Dewan Keamanan PBB dengan tujuan untuk mengancam keamanan regional dan internasional."

Namun, Iran telah membantah mendukung pemberontak secara militer dan bersikeras bahwa peluncuran rudal tersebut adalah "tindakan independen" Houthi, sebagai tanggapan atas agresi koalisi pimpinan-Saudi.

Sebelumnya, pada 4 November, sebuah rudal lain dari Yaman berhasil dicegat sebelum jatuh di atas Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh.