Selasa, 19 Desember 2017 18:11 WITA

Ini Pesan Terakhir Mahasiswi UMI yang Kecelakaan di Gowa

Editor: Ibnu Kasir Amahoru
Ini Pesan Terakhir Mahasiswi UMI yang Kecelakaan di Gowa
Putriani Anjarsari/Facebook.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Sebelum meninggal dunia di Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Putriani Anjarsari (22), mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), rupanya sudah memberikan tanda-tanda kepergiannya.

Melalui akun Facebooknya, Putriani atau yang akrab disapa Puput menulis pandang hidupnya. Tulisan tersebut ia buat pada Selasa, (19/12/2017) dini hari. Rupanya, cuitan itu menjadi yang terakhir. 

Menurut Puput, hidup bukan soal tentang kamu, dirimu, kawanmu, temanmu, teman mainmu, teman jalanmu, tapi tentang masa depan.

"Semua temanmu, sahabatmu akan habis pada massanya. Mereka pun akan berjalan, berkembang, melanjutkan hidupnya seprti dirimu tetapi dengan cara dan jalan yang berbeda," tulis Putriani. 

Berikut tulisan Putriani:

Kita sudah dewasa, kamu harus menyadari itu.

Sudah tidak ada wkt lagi untuk berleha", anugrah kadang datang hanya sekali, dan nasib baik kadang jarang dua kali.

Hidup bukan soal melulu tentang kamu, dirimu, kawanmu, temanmu, teman mainmu, teman jalanmu.

Kita akan tiba disatu massa tentang prioritas, perjuangan, usaha, niat, yang lebih dulu, dan masa depan.

Semua temanmu, sahabatmu akan habis pada massanya. Mereka pun akan berjalan, berkembang, melanjutkan hidupnya seprti dirimu tetapi dengan cara dan jalan yang berbeda.

Kamu sudah mulai harus belajar soal menjaga hati, menjaga amanah lalu bertanggung jawab.

Karena, kamu tdk akan berputar pd poros itu" sj, km pun akan berproses, berdua, saling melengkapi, belajar, sepakat membangun hidup bersama. 
Teman dan sahabat hanyalah pelengkap.

Diberitakan sebelumnya, putriani Anjarsari (22), mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) tewas kecelakaan di Jalan Poros Malino, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Selasa (19/12/2017) siang.

Kejadian ini bermula saat Putriani yang berboncengan dengan temannya, Dirgahayu bergerak dari arah selatan ke utara. Namun, saat berada di tikungan, korban disambar sebuah mobil truk dari arah berlawanan.